Kerek Elektabilitas Prabowo, Sandi Sering Muncul di Depan Publik
Selasa, 28 Agustus 2018 - 07:31 WIB
Kerek Elektabilitas Prabowo, Sandi Sering Muncul di Depan Publik
A
A
A
JAKARTA - Perang strategi untuk mengerek elektabilitas pasangan calon presiden-wakil presiden jelang Pilpres 2019 telah dimulai. Hal itu seperti tampak dilakukan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Untuk mengerek elektabilitas, Sandi kini lebih sering muncul di depan publik dibandingkan Prabowo. "Bisa jadi ini merupakan strategi dari pasangan calon Prabowo-Sandi untuk mengerek elektabilitas mereka," ujar Pengamat Politik Manilka Research and Consulting Herzaky M Putra kepada SINDOnews, Selasa (28/8/2018).
Zaky menilai, ada beberapa alasan yang bisa dibaca terkait kemunculan Sandi yang lebih sering daripada Prabowo ini. Pertama, sosok Prabowo sudah sangat dikenal publik. Luar dan dalam Prabowo sudah banyak diketahui publik.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini sendiri sudah pernah menjadi capres di 2014 dan memiliki jejak rekamnya di pentas politik nasional maupun militer. Sedangkan sosok Sandi masih kurang populer dibandingkan Prabowo.
"Untuk itu, perlu lebih sering tampil di publik, agar tingkat keterkenalannya semakin tinggi," kata Zaky.
Kedua, Sandi memang sudah cukup dikenal publik sebagai pengusaha sukses dan dalam dua tahun terakhir, wagub. Hanya saja, sebagai seorang cawapres, publik dan media masih penasaran dengan pemikiran-pemikiran Sandi untuk Indonesia. Adakah hal-hal baru atau terobosan, terutama di bidang ekonomi yang bakal disampaikan Sandi.
Ketiga, lanjut Zaky, Sandi merupakan magnet yang cukup menarik bagi segmen ibu-ibu. Sandi merupakan sosok suami dan menantu aspirasi emak-emak Indonesia. Cerdas, berpenampilan menarik, pengusaha sukses, dan dikenal sebagai sosok yang sholeh.
Mengapa segmen emak-emak juga diincar? Zaky menjelaskan, jumlah segmen emak-emak cukup signifikan dari segi lingkup pengaruh lumayan besar karena bisa memengaruhi anggota keluarga di keluarga inti maupun lingkungan keluarga besar dan dari segi pergaulan sehari-hari sangat aktif dalam menyebarluaskan informasi positif maupun negatif.
Keempat, pribadi Sandi juga dikenal cukup hangat dan luwes. Karakter seperti ini bagaimanapun lebih mudah menarik simpati publik. Sehingga setiap muncul di publik, setiap berinteraksi dengan masyarakat, kemungkinan mendapat sentimen positif dari pemilih dan menjadi bahan perbincangan publik juga cukup besar.
"Sentimen positif sangatlah diperlukan buat mendongkrak elektabilitas," ucap Zaky.
Untuk mengerek elektabilitas, Sandi kini lebih sering muncul di depan publik dibandingkan Prabowo. "Bisa jadi ini merupakan strategi dari pasangan calon Prabowo-Sandi untuk mengerek elektabilitas mereka," ujar Pengamat Politik Manilka Research and Consulting Herzaky M Putra kepada SINDOnews, Selasa (28/8/2018).
Zaky menilai, ada beberapa alasan yang bisa dibaca terkait kemunculan Sandi yang lebih sering daripada Prabowo ini. Pertama, sosok Prabowo sudah sangat dikenal publik. Luar dan dalam Prabowo sudah banyak diketahui publik.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini sendiri sudah pernah menjadi capres di 2014 dan memiliki jejak rekamnya di pentas politik nasional maupun militer. Sedangkan sosok Sandi masih kurang populer dibandingkan Prabowo.
"Untuk itu, perlu lebih sering tampil di publik, agar tingkat keterkenalannya semakin tinggi," kata Zaky.
Kedua, Sandi memang sudah cukup dikenal publik sebagai pengusaha sukses dan dalam dua tahun terakhir, wagub. Hanya saja, sebagai seorang cawapres, publik dan media masih penasaran dengan pemikiran-pemikiran Sandi untuk Indonesia. Adakah hal-hal baru atau terobosan, terutama di bidang ekonomi yang bakal disampaikan Sandi.
Ketiga, lanjut Zaky, Sandi merupakan magnet yang cukup menarik bagi segmen ibu-ibu. Sandi merupakan sosok suami dan menantu aspirasi emak-emak Indonesia. Cerdas, berpenampilan menarik, pengusaha sukses, dan dikenal sebagai sosok yang sholeh.
Mengapa segmen emak-emak juga diincar? Zaky menjelaskan, jumlah segmen emak-emak cukup signifikan dari segi lingkup pengaruh lumayan besar karena bisa memengaruhi anggota keluarga di keluarga inti maupun lingkungan keluarga besar dan dari segi pergaulan sehari-hari sangat aktif dalam menyebarluaskan informasi positif maupun negatif.
Keempat, pribadi Sandi juga dikenal cukup hangat dan luwes. Karakter seperti ini bagaimanapun lebih mudah menarik simpati publik. Sehingga setiap muncul di publik, setiap berinteraksi dengan masyarakat, kemungkinan mendapat sentimen positif dari pemilih dan menjadi bahan perbincangan publik juga cukup besar.
"Sentimen positif sangatlah diperlukan buat mendongkrak elektabilitas," ucap Zaky.
(kri)