Tak Kunjung Penuhi Panggilan Bawaslu, Ini Penjelasan Andi Arief

Jum'at, 24 Agustus 2018 - 10:28 WIB
Tak Kunjung Penuhi Panggilan...
Tak Kunjung Penuhi Panggilan Bawaslu, Ini Penjelasan Andi Arief
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief kembali tidak memenuhi panggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sesuai jadwal, Bawaslu pada hari ini akan meminta klarifikasi Andi mengenai dugaan mahar politik yang dituduhkan terhadap Sandiaga Uno."Kemarin, saya sudah menghubungi Bawaslu tentang ada kemungkinan saya masih belum bisa kembali ke Jakarta karena saya masih harus bersama orangtua saya yang belum sehat sepenuhnya," kata Andi kepada SINDOnews, Jumat (24/8/2018). (Baca juga: Andi Arief Kembali Tak Penuhi Panggilan Bawaslu )

Andi mengaku sempat memberikan tiga opsi agar dirinya tetap bisa memberikan klarifikasi kepada Bawaslu, yakni memberikan keterangan melalui video call, menulis klarifikasi yang ditandatangani dirinya, dan memberikan klarifikasi di Bawaslu Lampung.

"Ketiga usulan saya itu tampaknya tidak dipilih oleh Bawaslu. Hari ini hampir dipastikan saya belum bisa kembali ke Jakarta untuk hadir langsung secara fisik di Bawaslu," ungkapnya.

Selain itu, dia juga sudah meminta bantuan dua pengacara yang dianggap sahabatnya, Jansen Sitindaon asal Partai Demokrat dan Habiburrokhman asal Gerindra untuk menjelaskan ketidakhadirannya serta menanyakan langsung perkembangan masalah ini. Sebab, dirinya sudah tiga kali tak memenuhi panggilan Bawaslu tersebut.

"Demikian penjelasan singkat, saya tidak menghindar dan tidak juga mencabut dua twit saya yang kemudian menjadi alasan pelapor yang saya tidak kenal untuk membawa problem ini ke Bawaslu," ujarnya.

Menurut Andi, penjelasannya diharapkan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Bawaslu dan tak membebani Sandiaga dalam mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres.

Dia mengatakan, penjelasannya juga tak akan membebani Prabowo-Sandi dan partai koalisi dalam memenangkan pasangan ini.

"Saya tidak pernah berniat menggaglkan pencawapresan Sandi Uno, saya hanya berkeinginan untuk mencegah Pak Prabowo berbuat salah pada 8 Aguatus 2018 lalu atas informasi yang saya dengar langsung dari tiga pimpinan partai Demokrat. Bagi saya itu kategorinya bukan informasi biasa," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Kontroversi RUU Pemilu,...
Kontroversi RUU Pemilu, PT 20% Ulang Polarisasi Tajam di Pilpres 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved