Yenny Wahid dan Maruarar Saling Puji di Acara Wahid Foundation

Rabu, 08 Agustus 2018 - 18:55 WIB
Yenny Wahid dan Maruarar...
Yenny Wahid dan Maruarar Saling Puji di Acara Wahid Foundation
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Maruarar Sirait dan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid saling mengapresiasi satu sama lain.

Maruarar menilai apa yang dilakukan Wahid Foundation adalah upaya serius dalam menjaga Pancasila. Wahid Foundation pun dinilai memperjuangkan Pancasila membumi di Nusantara secara implementatif.

"Kita bahkan butuh Yenny Wahid Yenny Wahid baru. Kita butuh banyak Yenny Wahid yang menjaga Pancasila," puji Maruarar di Hotel Sultan, Jakarta (Rabu, 15/8).

Sementara Yenny Wahid mengatakan bahwa Maruarar termasuk politikus langka yang menjadi pejuang Pancasila. Pembelaan Maruarar pada Pancasila buka semata pada kata-kata.

Menurut dia, Maruarar jelas-jelas menjalankan juga secara aktif di dunia nyata. Selain banyak melakukan komunikasi lintas agama, Maruarar juga banyak melakukan Kirab Kebangsaan untuk menjaga Pancasila dari ragam rongrongan ideologi teror.

"Ara (panggilan Maruarar) ini pejuang Pancasila," ungkap Yenny Wahid di sela-sela melaporkan hasil penelitian Wahid Foundation di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Bahkan, Yenny mengaku terkesima dengan Maruarar. Sebagai orang Batak yang beragama Kristen tiga periode menjadi anggota DPR, Maruarar terrpilih dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang, yang 99 persen beragama Islam dan bersuku Sunda.

"Ini kan bukan perjuangan yang mudah. Di dapil (daerah pemilihan) yang sudah menjadi basis kita saja susah, apalagi di basis yang secara primordial beda dengan kita," ungkap Yenny.

Yenny memastikan perjalanan politik Maruarar merupakan contoh baik dalam mengamalkan kemajemukan Indonesia. "Ara bukan hanya menyampaikan opini namun benar-benar berkomitmen dalam menjaga kemajemukan Indonesia," ungkap Yenny.

Hari ini, untuk kali yang kesepuluh, sejak tahun 2008, Wahid Foundation di bawah kepemimpinan Yenny Wahid melaporkan hasil penelitian dengan tema kemerdekaan beragama dan berkeyakinan. Tema kali ini terkait dengan dengan politisasi agama.

Hadir sebagai pembicara, anggota DPR Maruarar Sirait, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, perwakilan MUI, komisioner Komnas Perempuan Riri Khorirog. Sementara penanggap ada anggota DOR Eva Kusuma Sundari, Ketua GP Ansor Nuruzzaman dan perwakilan Facebook Ruben Hattari

"Selama 2017, Wahid Foundation mencatat ada 28 peristiwa dan 36 tindakan politisasi agama. Politisasi agama paling banyak dilakukan aktor non-negara dengan 27 peristiwa, sementara negara hanya melakukan 1 persitiwa," ungkap Yenny.
(dam)
Berita Terkait
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Revitalisasi Paradigma...
Revitalisasi Paradigma Trilogi Kerukunan untuk Kebutuhan Umat Saat ini
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved