Prabowo Hargai Sikap GNPF Ulama Terkait Nama Cawapres
Selasa, 07 Agustus 2018 - 08:01 WIB
Prabowo Hargai Sikap GNPF Ulama Terkait Nama Cawapres
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah tokoh Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama telah menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018) malam.
Maksud kedatangan mereka ke sana diketahui untuk menanyakan hasil pembicaraan Prabowo Subianto dengan partai-partai mitra koalisi terhadap rekomendasi ijtimak ulama yang diputuskan beberapa minggu lalu.
"Kedatangan mereka untuk menanyakan, bagaimana hasil pembicaraan dengan partai," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra, Ahmad Muzani, di depan Rumah Prabowo.
Kepada sejumlah tokoh GNPF Ulama itu, Prabowo menjelaskan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan partai mitra koalisi terhadap rekomendasi ijtimak ulama itu. "Masih membutuhkan waktu kira-kira satu atau dua hari ini," ujar wakil ketua MPR ini.
Dia melanjutkan, Prabowo pada prinsipnya sangat menghormati dan menghargai rekomendasi ijtimak ulama itu.
"Pak Prabowo menjelaskan, beliau sangat menghargai atas apa yang sudah dilakukan para ulama sebagai bentuk tanggung jawab mereka dalam menata masa depan bangsa," kata anggota Komisi I DPR ini.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa Prabowo masuh memerlukan konsultasi dengan sejumlah partai lain. "Karena sekali lagi Partai Gerindra harus berkoalisi dengan beberapa partai yang ada," ucapnya.
Adapun rekomendasi ijtimak ulama itu adalah mendorong Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo.
Adapun sejumlah tokoh GNPF Ulama yang menemui Prabowo di antaranya Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Muhammad Al Khathath selaku sekretaris jenderal dan Abdul Rasyid Abdullah Syafii selaku Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama.
Selain mereka, nampak pula Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier dan Maher Algadri.
Maksud kedatangan mereka ke sana diketahui untuk menanyakan hasil pembicaraan Prabowo Subianto dengan partai-partai mitra koalisi terhadap rekomendasi ijtimak ulama yang diputuskan beberapa minggu lalu.
"Kedatangan mereka untuk menanyakan, bagaimana hasil pembicaraan dengan partai," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra, Ahmad Muzani, di depan Rumah Prabowo.
Kepada sejumlah tokoh GNPF Ulama itu, Prabowo menjelaskan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan partai mitra koalisi terhadap rekomendasi ijtimak ulama itu. "Masih membutuhkan waktu kira-kira satu atau dua hari ini," ujar wakil ketua MPR ini.
Dia melanjutkan, Prabowo pada prinsipnya sangat menghormati dan menghargai rekomendasi ijtimak ulama itu.
"Pak Prabowo menjelaskan, beliau sangat menghargai atas apa yang sudah dilakukan para ulama sebagai bentuk tanggung jawab mereka dalam menata masa depan bangsa," kata anggota Komisi I DPR ini.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa Prabowo masuh memerlukan konsultasi dengan sejumlah partai lain. "Karena sekali lagi Partai Gerindra harus berkoalisi dengan beberapa partai yang ada," ucapnya.
Adapun rekomendasi ijtimak ulama itu adalah mendorong Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo.
Adapun sejumlah tokoh GNPF Ulama yang menemui Prabowo di antaranya Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Muhammad Al Khathath selaku sekretaris jenderal dan Abdul Rasyid Abdullah Syafii selaku Ketua Pengarah Panitia Ijtima Ulama.
Selain mereka, nampak pula Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier dan Maher Algadri.
(maf)