Rancang Strategi Kebudayaan, Kemendikbud Galang Dukungan Daerah

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 17:40 WIB
Rancang Strategi Kebudayaan,...
Rancang Strategi Kebudayaan, Kemendikbud Galang Dukungan Daerah
A A A
JAKARTA - Dalam rangka merancang strategi kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Kemendikbud) menyelenggarakan lokakarya dan pelatihan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) tingkat Provinsi. Penyelenggaraan pelatihan yang merupakan kerjasama Kemenko PMK, Kemendagri, dan Kementerian PPN/Bappenas ini belangsung di Graha Utama Gedung A Lantai 3, Komplek Kemendikbud, Jakarta, pada 1,4 dan 31 Agustus 2018.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan proses penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) melibatkan pemerintaha daerah (Pemda) dan semua unsur masyarakat. PPKD, lanjut Hilman, perlu dilibatkan untuk mengidentifikasi kekayaan budaya mulai benda cagar budaya, SDM kebudayaan, sarana prasarana kebudayaan, identifikasi potensi masalah pemajuan kebudayaan, sampai dengan analisis dan rekomendasi untuk implementasi pemajuan kebudayaan di setiap daerah.

“Harapannya ada penetapan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah oleh gubernur pada bulan Oktober. Setelahnya akan disusun strategi kebudayaan yang akan disahkan, diputuskan dan ditetapkan saat berlangsungnya Kongres Kebudayaan oleh Presiden RI,” tandas Hilman di sela-sela acaara pelatihan, di Jakarta, hari ini.

Penyusunan strategi kebudayaan, tambahnya, merupakan amanat UUUU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan (UUPK). “Urgensinya, UUPK ditelurkan 35 tahun setelah diperdebatkan. Hingga kini strategi kebudayaan masih menjadi wacana, belum ditetapkan. Kenapa penyusunannya kali ini terlihat rumit? Dari daerah ke pusat? Kenapa tidak ditetapkan langsung oleh masyarakat? Inilah isu utamanya, yakni adalah agar ada kepemilikan. Ada rasa memiliki bersama akan strategi kebudayaan, jadi bukan hanya milik pemerintah atau golongan tertentu,” bebernya.

Kongres Kebudayaan sendiri rencananya akan dilaksanakan di Istora Senayan untuk dapat dilihat langsung oleh publik. “Ini bertujuan agar publik merasa yakin, percaya akan tenaga kebudayaan, dan terlibat di dalamnya” pungkasnya.
(don)
Berita Terkait
Koalisi Seni Indonesia...
Koalisi Seni Indonesia Raih Pendanaan dari UNESCO
Kementerian Kebudayaan...
Kementerian Kebudayaan Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Pekan Kebudayaan Nasional...
Pekan Kebudayaan Nasional 2020 Bakal Libatkan 4,791 Seniman
CHANDI 2025 Ditutup,...
CHANDI 2025 Ditutup, Indonesia Tegaskan Posisi sebagai Pusat Diplomasi Budaya Dunia
Jelang Perhelatan CHANDI...
Jelang Perhelatan CHANDI 2025, Kementerian Kebudayaan Gelar Pesta Rakyat
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved