Bekali Caleg Akademisi, PDIP Bahas Paradigma Ekonomi Berdikari

Kamis, 02 Agustus 2018 - 15:17 WIB
Bekali Caleg Akademisi,...
Bekali Caleg Akademisi, PDIP Bahas Paradigma Ekonomi Berdikari
A A A
JAKARTA - Setelah bacaleg artis dan purnawirawan, kini giliran bacaleg akademisi yang mendapat pembekalan dari DPP PDI Perjuangan. Dalam pembekalan yang dihadiri 19 akademisi dibahas paradigma ekonomi berdikari yang menjadi salah satu cita-cita Trisakti Bung Karno.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap para profesor dan doktor yang bergabung dan menjadi anggota DPR nantinya bisa menjabarkan sekaligus mempraktikkan gagasan ekonomi berdikari yang dicanangkan Bung Karno.

“Bagaimana kita berdikari berdiri di atas kaki sendiri dengan seluruh aspek kehidupan kita, di tengah perkembangan liberalisasi ekonomi dan juga politik yang luar biasa belakangan ini,” ujar Hasto.

Hal itu disampaikan Hasto dalam pembekalan bacaleg akademisi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jl Diponegoro 58, Jakarta, Kamis (2/8). Selain 19 peserta, hadir juga mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sonny Keraf dan Direktur Eksekutif Megawati Institute, Arif Budimanta.

Hasto mengatakan, Indonesia harus berdikari dari masalah pangan dan energi. Puluhan tahun negara ini masih impor sejumlah jenis pangan, minyak dan gas bumi, kendati di era Jokowi hal ini sudah menjadi perhatian. “Indonesia tidak boleh dijajah oleh impor,” tegas Hasto.

Untuk mewujudkan ekonomi berdikari, kata Hasto, PDI Perjuangan menyadari kebijakan yang diambil harus berdasarkan data akurat yang berdasarkan ilmu dan pengetahuan. Kebijakan berdasarkan riset ini pula yang terus didorong Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Jokowi.

“Ketika Ibu Mega berdialog dengan Pak Presiden Jokowi membahas pengumuman kembali Pak Jokowi sebagai capres, pertemuan itu pada hari Jumat 23 Februari 2018. Dalam suasana yang sangat kontemplatif, Ibu Mega berpesan agar Jokowi membuat data research nasional, di mana semua data terintegrasi,” kata Hasto.

Data yang terintegrasi itu, setidaknya memuat empat hal, yakni data manusia, flora, fauna dan teknologi. Data ini bisa digunakan untuk pengembangan ekonomi suatu daerah secara terfokus.

“Ibu Mega punya imajinsi, misalnya Kabupaten Karo fokus pada sayur-mayur sehingga produk massal dan berkualitas bisa datang dari sana. Bisa dikemas dengan baik, misalnya dengan label citarasa surga. Kemudian dari Papua fokus umbi-umbian,” urainya.

Arif Budimanta mengatakan, pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi tidak terlepas dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, setiap kebijakan di bidang pendidikan dan iptek harus mengarah pada tujuan tersebut.

“Karena tanpa pendidikan kita tak akan pernah menjadi satu negara yang maju,” ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Pengurus Baru DPP TMP...
Pengurus Baru DPP TMP Periode 2019-2024 Dilantik, Ara: Rawat Tradisi Gotong Royong
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
5 Partai Politik dengan...
5 Partai Politik dengan Kursi Terbanyak di DPRD Jawa Timur, PDIP Memimpin
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved