Pengamat Sebut Ketegasan Tito Dinilai Layak Jadi Cawapres Jokowi
Selasa, 31 Juli 2018 - 16:08 WIB
Pengamat Sebut Ketegasan Tito Dinilai Layak Jadi Cawapres Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dinilai layak masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) 2019, meski namanya tidak banyak disebut. Nama Tito pernah digadang-gadang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Mahfud mendukung jika Tito maju sebagai cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi). Mahfud menilai, Tito merupakan sosok muda dan cerdas serta memiliki rekam jejak bagus, sehingga cocok sebagai cawapres.
Tak hanya itu survei LSI Denny JA menyebut, Tito Karnavian layak mendampingi Jokowi jika ingin kuat dalam penegakan hukum. Tito Karnavian keterpilihannya 32,6 persen, jauh di atas Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko 29,04 persen.
Menurut Direktur The Candidate Institute Boby Iriawan, Tito sebagai Cawapres Jokowi cukup layak dipertimbangkan. Kemimpinan Tito di Polri terbukti. Polri di bawah kepimpinan Tito, citranya menanjak naik.
"(Tito) memang layak. Selain muda, integritasnya tak diragukan, yang penting lagi kepemimpinannya sudah teruji dan tegas," kata Boby dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Soal kepemimpinan, Tito tidak bisa diragukan lagi. Dia tegas kepada anak buahnya jika melanggar janji sebagai anggota Polri. Terbaru kasus perwira menengah yang kedapatan membawa narkoba langsung dicopot dan dimutasi untuk diperiksa.
Sementara terkait penanganan teroris, 200-an lebih ditangkap pasca insiden Bom Surabaya.
Tak heran jika sejumlah survei menilai Citra Polri naik dalam tiga tahun terakhir. Bahkan organisasi internasional menempatkan Indonesia sebagai 1o negara teraman.
"Dan ini tak bisa dilepaskan peran Tito sebagai Kapolri," ungkapnya.
Lebih jauh Boby mengatakan, dalam mencari Cawapresnya, Jokowi tentu tak bisa sembarangan. Banyak yang dipertimbangkan, seperti soal chemistry dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.
Soal chemistry kata Boby, Jokowi dan Tito tak bisa dibantah. Sejak menjadi Kapolda Papua hingga Kapolda Metro Jaya, keduanya saling sinergi. Selain itu, sosok Tito dikenal kalangan ulama. Poin ini penting bagi Jokowi jika ingin meredam antiIslam.
"Dari sisi akseptabilitas di publik, Tito banyak kelebihannya. Dia masuk sosok yang komplet," tandasnya.
Mahfud mendukung jika Tito maju sebagai cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi). Mahfud menilai, Tito merupakan sosok muda dan cerdas serta memiliki rekam jejak bagus, sehingga cocok sebagai cawapres.
Tak hanya itu survei LSI Denny JA menyebut, Tito Karnavian layak mendampingi Jokowi jika ingin kuat dalam penegakan hukum. Tito Karnavian keterpilihannya 32,6 persen, jauh di atas Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko 29,04 persen.
Menurut Direktur The Candidate Institute Boby Iriawan, Tito sebagai Cawapres Jokowi cukup layak dipertimbangkan. Kemimpinan Tito di Polri terbukti. Polri di bawah kepimpinan Tito, citranya menanjak naik.
"(Tito) memang layak. Selain muda, integritasnya tak diragukan, yang penting lagi kepemimpinannya sudah teruji dan tegas," kata Boby dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Soal kepemimpinan, Tito tidak bisa diragukan lagi. Dia tegas kepada anak buahnya jika melanggar janji sebagai anggota Polri. Terbaru kasus perwira menengah yang kedapatan membawa narkoba langsung dicopot dan dimutasi untuk diperiksa.
Sementara terkait penanganan teroris, 200-an lebih ditangkap pasca insiden Bom Surabaya.
Tak heran jika sejumlah survei menilai Citra Polri naik dalam tiga tahun terakhir. Bahkan organisasi internasional menempatkan Indonesia sebagai 1o negara teraman.
"Dan ini tak bisa dilepaskan peran Tito sebagai Kapolri," ungkapnya.
Lebih jauh Boby mengatakan, dalam mencari Cawapresnya, Jokowi tentu tak bisa sembarangan. Banyak yang dipertimbangkan, seperti soal chemistry dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.
Soal chemistry kata Boby, Jokowi dan Tito tak bisa dibantah. Sejak menjadi Kapolda Papua hingga Kapolda Metro Jaya, keduanya saling sinergi. Selain itu, sosok Tito dikenal kalangan ulama. Poin ini penting bagi Jokowi jika ingin meredam antiIslam.
"Dari sisi akseptabilitas di publik, Tito banyak kelebihannya. Dia masuk sosok yang komplet," tandasnya.
(maf)