Antasari Azhar: Dukung Jokowi, Tak Ingin Lagi Ada Rezim Zalim

Selasa, 31 Juli 2018 - 16:45 WIB
Antasari Azhar: Dukung...
Antasari Azhar: Dukung Jokowi, Tak Ingin Lagi Ada Rezim Zalim
A A A
SOLO - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mendukung penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Indonesia untuk dua periode. Jokowi dinilai serius dalam pemberantasan korupsi dan mampu menegakkan kebenaran dan keadilan.

“Kami tidak ingin ada lagi rezim dholim, Jokowi menunjukkan kemampuan menegakkan kebenaran dan keadilan,” kata Antasari Azhar usai menghadiri pelantikan Pengurus DPC Projo Nawacita (Pronata) Surakarta di Gedung Graha Saba Buana Solo, Jawa Tengah, Selasa (31/7/2018).

Antasari mengaku juga pernah kena tumpas oleh rezim dholim. Namun ia tidak menyebut siapa yang dimaksud.

Dia juga juga menyebut dirinya bebas dari penjara berkat Jokowi. “Jika tidak, saya masih begini nih,” ungkapnya sembari menunjukkan gestur kedua tangan ke depan seperti orang diborgol. Sehingga sekali lagi ke depan jangan sampai ada lagi rezim dholim. Perlu diketahui, Antasari Azhar dihukum penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Ketua Dewan Penasehat Pronata itu yakin Jokowi bakal kembali menang dalam pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang tanpa mengesampingkan kandidat lainnya. Mengenai calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi, Pronata menyerahkan sepenuhnya kepada mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sedangkan untuk kreterianya, di antaranya memiliki cita cita yang diusung Pronata. Jika nanti terpilih kembali, maka Pronata akan menempatkan diri mengawal Nawacita yang dijalankan Jokowi. Mengenai kepengurusan Pronata sendiri akan dilakukan bertahap di seluruh Indonesia. Terlebih saat ini bertepatan dengan tahun politik.

Ketua Umum DPP Pronata, Marhaendro Slamet Haryono mengatakan, pihaknya akan mendukung siapapun yang akan dipilih Jokowi. “Kami masih menunggu siapa yang akan dipilih Pak Jokowi, itu yang akan kami usung bersama sama,” tandas Marhaendro Slamet Haryono. Kepurusan Pronata sebenarnya sudah ada di 27 Propinsi dan tinggal pelantikan secara bertahap.
(pur)
Berita Terkait
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Ganjar Cerita Kedekatan...
Ganjar Cerita Kedekatan dengan Mahfud MD, Diskusi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved