Pengamat: SBY Dinilai Akan Ambil Alih Perlawanan Terhadap Jokowi
Selasa, 31 Juli 2018 - 10:26 WIB
Pengamat: SBY Dinilai Akan Ambil Alih Perlawanan Terhadap Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat sepakat bergabung dengan kubu Prabowo Subianto. Kesepakatan ini diambil setelah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjalin pertemuan intens dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo. Bahkan kehadiran Demokrat disambut baik oleh parpol koalisi lainnya seperti PKS dan PAN.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, jika melihat kecenderungannya, SBY akan mengambil alih perlawanan terhadap petahana Joko Widodo (Jokowi). "Sepertinya ada persitiwa luar biasa yang memaksa SBY turun gunung memimpin langsung perjuangan pilpres," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (31/7/2018).
Adi menjelaskan, ada tiga kemungkinan kenapa SBY mau turun gunung ambil alih pelawanan dengan tampil sebagai king maker. Pertama, kata Adi, faktor Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan disodorkan sebagai bakal cawapres Prabowo. Dalam hal ini SBY tentu tak mau melewatkan momentum spesial ini sebagai tiket Capres AHY 2024 mendatang.
(Baca juga: Demokrat: Rematch Jokowi-Prabowo Akan Sajikan Hal Berbeda )Kedua, SBY merasa 'tersakiti' dengan perlakuan kubu koalisi pemerintah yang menganggap SBY dan Demokrat bukan siapa-siapa. Terbukti, beberapa kali keingininan koalisi direspon dingin bahkan kerap direspon negatif.
(Baca juga: Sore Ini, Prabowo Subianto Dijadwalkan Bertemu Ustaz Abdul Somad )"Ketiga, SBY ingin menunjukkan kepada publik bahwa ia 'masih ada' dan cukup powerfull dalam menentukan kemenangan pilpres 2019," jelas Pengamat Politik asal UIN Jakarta ini.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, jika melihat kecenderungannya, SBY akan mengambil alih perlawanan terhadap petahana Joko Widodo (Jokowi). "Sepertinya ada persitiwa luar biasa yang memaksa SBY turun gunung memimpin langsung perjuangan pilpres," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (31/7/2018).
Adi menjelaskan, ada tiga kemungkinan kenapa SBY mau turun gunung ambil alih pelawanan dengan tampil sebagai king maker. Pertama, kata Adi, faktor Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan disodorkan sebagai bakal cawapres Prabowo. Dalam hal ini SBY tentu tak mau melewatkan momentum spesial ini sebagai tiket Capres AHY 2024 mendatang.
(Baca juga: Demokrat: Rematch Jokowi-Prabowo Akan Sajikan Hal Berbeda )Kedua, SBY merasa 'tersakiti' dengan perlakuan kubu koalisi pemerintah yang menganggap SBY dan Demokrat bukan siapa-siapa. Terbukti, beberapa kali keingininan koalisi direspon dingin bahkan kerap direspon negatif.
(Baca juga: Sore Ini, Prabowo Subianto Dijadwalkan Bertemu Ustaz Abdul Somad )"Ketiga, SBY ingin menunjukkan kepada publik bahwa ia 'masih ada' dan cukup powerfull dalam menentukan kemenangan pilpres 2019," jelas Pengamat Politik asal UIN Jakarta ini.
(pur)