Pengembangan Prukades Butuh Kolaborasi Stakeholder

Minggu, 29 Juli 2018 - 19:07 WIB
Pengembangan Prukades...
Pengembangan Prukades Butuh Kolaborasi Stakeholder
A A A
KAMPAR - Pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) terus menunjukkan perkembangan mengembirakan. Kendati demikian percepatan pengembangan salah satu program unggulan milik Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) tersebut membutuhkan peran kolaboratif dari sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder).

"Pengembangan prukades membutuhkan peran bersama antara petani, pengusaha, dan pemerintah agar produk unggulan desa bisa berkualitas dan terserap pasar dengan baik. Apalagi prukades di kawasan Riau ini memiliki skala bisnis yang dibuktikan banyaknya kesepakatan antara pelaku Prukades dengan mitra usaha," ujar Tim Advisor Kemendesa PDTT Aviliani saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Prukades, di Kampar, Riau, Jumat (27/7/2018).

Dia mengatakan saat ini di kawasan Riau telah ada 22 nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah, petani, dan mitra bisnis untuk mengembangkan Prukades. Beberapa produk unggulan desa yang menarik minat investor untuk dikembangkan bersama dengan petani antara lain jeruk, nanas, tepung pisang, karet, sawit, jagung, kopi, hingga produk perikanan seperti udang dan ikan.

Menurutnya, MoU tersebut merupakan kesempatan besar bagi semua pihak baik petani maupun mitra usaha untuk bersama-sama berkembang dan meraih keuntungan bersama sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. "Namun saya dengar ada beberapa MoU yang belum diimpelementasikan sehingga harus ada evaluasi terkait kendala yang menghambat implementasi dari MoU tersebut," ujarnya.

Pengamat ekonomi senior ini mengatakan semua pemangku kepentingan Prukades harus terus mengembangkan diri sehingga kualitas produk bisa terus dijaga dan ditingkatkan. Dia mencontohkan bagi produk nanas madu di Desa Kualu Nenas, Kabupaten Kampar mempunyai potensi besar untuk diserap oleh pasar. Nanas madu tersebut mempunyai kualitas bagus dengan rasa manis dan berkadar garam rendah.

"Petani nanas di sini harus terus menjaga kualitas produk dengan memilih bibit yang bagus, mengembangkan teknik bercocok tanam yang efektif termasuk menjaga pasokan air," ujarnya.

Kepada para mitra bisnis yang menjadi off taker produk, Aviliani meminta agar mereka mempunyai standardisasi pengolaan produk dari para petani. Standardidasi ini penting agar produk yang bakal dilempar ke pasaran mempunyai kualitas bagus sehingga mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

Pemerintah daerah juga harus mampu menciptakan kondusivitas ekosistem usaha yang ramah terhadap kepentingan petani dan mitra usaha mereka. "Sekarang tidak zamannya lagi berdiri sendiri, Pemda harus berperan membangun ekosistem usaha nanas di skala lokal. Dari mulai regulasi pelaku (off taker), petani, kelompok tani harus tertata dengan baik sehingga dapat produksi pertanian nanas diserap oleh pasar. Perlu fungsi kolaborasi dari hulu sampai hilir," pungkasnya.
(amm)
Berita Terkait
Kejar Herd Immunity,...
Kejar Herd Immunity, Mendes Minta Vaksinasi Digenjot Hingga Pelosok Desa
Bukit Punjabu Sidrap...
Bukit Punjabu Sidrap Raih Juara Kedua LPDWN 2022 dari Kemendes PDTT
Reformasi Birokrasi,...
Reformasi Birokrasi, Sekjen Kemendes Titip Harapan di Tenaga Fungsional
Langkah Kemendes PDTT...
Langkah Kemendes PDTT Memperkuat Jejaring Antar Desa ASEAN
Kemendes PDTT : ISSF...
Kemendes PDTT : ISSF Bisa Perkuat SDM, Produksi dan Pemasaran BUM Desa
Mendes Abdul Halim Bagikan...
Mendes Abdul Halim Bagikan 3 Tips bagi Santri Terjun ke Masyarakat
Berita Terkini
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved