Peringati HAN, BKKBN Suarakan Stop Perkawinan Anak Usia Dini

Minggu, 22 Juli 2018 - 08:49 WIB
Peringati HAN, BKKBN...
Peringati HAN, BKKBN Suarakan Stop Perkawinan Anak Usia Dini
A A A
JAKARTA - Konsensus global tentang perlunya penghapusan perkawinan dini, perkawinan paksa, dan perkawinan usia anak semakin mengemuka dalam beberapa tahun terakhir.

Indonesia adalah negara dengan angka perkawinan anak tertinggi ketujuh di dunia, dimana satu dari sembilan perempuan yang berusia 20-24 tahun telah melakukan perkawinan pertama sebelum usia 18 tahun, dan terdapat 375 anak yang menikah setiap hari (UNICEF, 2016).

Oleh karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2018 dengan mengusung tema "Stop Perkawinan Anak", yang diadakan di Panggung Putro Pendowo, Area Teater Imax Keong Mas TMII-Jakarta.

Acara ini digelar untuk menjelaskan betapa pentingnya membangun keluarga yang berkualitas yang memiliki ketahanan berupa ketangguhan dan keuletan yang akan terwujud jika kedua pasangan telah memiliki kesiapan baik fisik, mental, bahkan ekonomi.

"Selain itu perkawinan di usia anak memiliki potensi lebih besar untuk mengalami kegagalan dalam membangun keluarga," ujar Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo pada acara peringatan HAN Tahun 2018 dengan mengusung tema "Stop Perkawinan Anak", di Panggung Putro Pendowo, Area Teater Imax Keong Mas TMII, Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 di maknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam pengasuhan yang berkualitas memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang GENIUS (Gesit Empati beraNI Unggul Sehat).

Selain itu anak- anak harus memiliki usaha dan rencana, seperti : (1) harus punya rencana menempuh pendidikan setinggi-tingginya, (2) harus punya rencana untuk mendapatkan/menciptakan pekerjaan, (3) harus punya rencana untuk membangun rumah tangga dan tidak cepat nikah, (4) harus punya rencana untuk hidup bermasyarakat, (5) harus punya rencana dalam pelaksanaan kehidupan yang sehat, pesan Sigit.

Oleh karena itu, peringatan HAN Tahun 2018 ini merupakan momentum strategis untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya Penghapusan Perkawinan Anak dan Perkawinan Dini serta pentingnya Persiapan dan Perencanaan Berkeluarga bagi Remaja.

"BKKBN bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dibawah koordinasi Kementerian Koordintor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memfasilitasi perwakilan anak-anak dan remaja Indonesia untuk menyuarakan penolakannya terhadap perkawinan anak dan perkawinan dini melalui kegiatan "Suara Anak Genius, Generasi Berencana untuk Indonesia Emas," pugkasnya.
(nag)
Berita Terkait
BKKBN Kembali Raih Penghargaan...
BKKBN Kembali Raih Penghargaan Tertinggi Dunia Bidang Kependudukan Setelah 33 Tahun
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Dorong Kesadaran Anti-Bullying Lewat Gen Z
Pandemi COVID-19 Mengancam...
Pandemi COVID-19 Mengancam Bonus Demografi
Hasto Wardoyo Dorong...
Hasto Wardoyo Dorong BKKBN Sulsel Maksimalkan Penggunaan Anggaran
Peringati Hari Keluarga...
Peringati Hari Keluarga Nasional, BKKBN Komitmen Tekan Angka Stunting
BKKBN Terus Edukasi...
BKKBN Terus Edukasi Masyarakat Cetak Usia Produktif Berkualitas
Berita Terkini
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved