Barang Bukti Raib, KPK Harus Pantau Asset Bos First Travel yang Disita

Jum'at, 20 Juli 2018 - 11:46 WIB
Barang Bukti Raib, KPK...
Barang Bukti Raib, KPK Harus Pantau Asset Bos First Travel yang Disita
A A A
JAKARTA - Pengacara korban penipuan First Travel Aldwin Rahadian meminta KPK turun tangan memantau dan mengawasi semua asset bos First Travel yang saat ini disita atau menjadi barang bukti oleh penegak hukum. KPK perlu turun agar kejadian 'sempat raibnya' beberapa asset berupa mobil mewah yang menjadi barang bukti tidak terjadi lagi.

"Saya rasa KPK perlu turun menyelidiki kejadian ini. Asset yang jadi barang bukti ini kan sudah dirampas negara artinya jadi milik Negera. Jika disalahgunakan itu sudah termasuk pelanggaran hukum dan tindak pidana korupsi. Makanya KPK perlu turun untuk menyelidiki hal ini. Apa benar diselewengkan atau ada alasan lain. Agar ini clear" tukas Aldwin di Jakarta (20/7/2018).

Demi rasa kemanusiaan dan keadilan, puluhan ribu korban First Travel yang hingga detik ini nasibnya tidak jelas, Aldwin meminta aparat penegak hukum benar-benar menjaga aset bos travel yang kini sudah menjadi milik negara.

"Jagalah perasaan puluhan ribu korban. Janganlah peristiwa seperti ini terjadi lagi. Bagi saya ini memalukan. Ini harus diusut tuntas, jika ada pelanggaran hukum, siapa saja yang terlibat harus ditindak tegas. Sekali lagi semua asset itu sudah jadi milik negera," tegas Aldwin yang juga praktisi hukum ini.

Aldwin mengungkapkan, hingga detik ini kepastian nasib puluhan ribu korban First Travel masih jauh dari kejelasan. Namun, semangat korban untuk mendapatkan keadilan tidak pernah surut.

"Sejak lama puluhan ribu korban sudah bermohon ke Presiden agar aware dan beri solusi bagi para korban sesuai Keputusan Menteri Agama nomor 589 Tahun 2017 tentang pencabutan izin First Travel dan pengembalian dana jamaah korban penipuan First Travel. Ini bukan perkara satu dua orang, tapi puluhan ribu orang rakyat Indonesia. Harusnya Presiden beri perhatian khusus buat kasus ini," pungkas Aldwin.
(pur)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Pelaku Penipuan yang...
Pelaku Penipuan yang Beraksi di Natuna Ditangkap di Batam
Makan Uang Perusahaan...
'Makan' Uang Perusahaan Ratusan Juta, Sales Diciduk Polres Kobar
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Berita Terkini
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Kabar Duka, Sekjen AMSI...
Kabar Duka, Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved