Selain di Sleman, Densus 88 Juga Ringkus Terduga Teroris di Kalasan
Rabu, 18 Juli 2018 - 23:31 WIB
Selain di Sleman, Densus 88 Juga Ringkus Terduga Teroris di Kalasan
A
A
A
SLEMAN - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror ternyata tidak hanya meringkus terduga teroris berinisial Is (50) di Jalan Perumnas, Condongsari, Condongcatur, Depok, Sleman. Namun di saat yang bersamaan, Densus 88 juga meringkus terduga teroris di Jalan Yogya-Solo, Keniten, Taman Martani, Kalasan, Sleman, yang berinisial AJ (40).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas meringkus AJ, di tempat usahanya yang berada di jalur utama Yogya-Solo, pada pukul 14.30 WIB. Adanya penangkapan tersebut membuat kondisi di sekitar lokasi menjadi krodit, apalagi itu merupakan jalur utama. Karena, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat penangkapan itu.
Namun, petugas melakukan pengamanan ketat. Termasuk warga yang melihat tidak boleh mengabadikan peristiwa itu dengan memfotonya, baik dengan kamera biasa maupun kamera handphone. Penangkapan itu juga berlangsung dengan cepat.
Selain itu, Densus 88 juga mengamankan beberapa barang bukti yang ada di rumah AJ. Di antaranya senjata tajam dan buku-buku. Untuk penggeledahan rumah tersebut, petugas mengajak dukuh setempat untuk menjadi saksi.
AJ sebenarnya asli Keniten, namun selama ini tempat tinggalnya di Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan yang jaraknya sekitar satu kilometer arah utara dari tempat usahanya. Rumah itu milik eyangnya.
Dukuh Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Suratman mengatakan, tidak tahu secara persis tentang penangkapan itu. Sebab, saat penangkapan dirinya sedang berada di sawah. Saat bekerja di sawah itu, diminta pulang, sebab ada tamu yang katanya dari kepolisian (Densus). Setelah sampai di rumah, dirinya diajak ke rumah AJ untuk menyaksikan pengeledahan rumah tersebut.
"Pengeledahan itu, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat sampai di lokasi, sudah melihat buku-buku berserakan di lantai," kata Suratman di rumah AJ, Rabu (18/7/2018).
Suratman menjelaskan, dalam pengeledahan itu, petugas mengamanan pedang, buku-buku dan juga handphone. Untuk AJ, ia tidak mengetahuinya. Sebab saat pemeriksaan, yang ada di rumah hanya istri dan 3 anaknya. Setelah pengeledahan selesai, petugas langsung meninggalkan lokasi. Namun untuk AJ, dirinya tidak melihatnya.
"Petugas juga tidak memberi garis polisi, setelah pengeledahan itu. Untuk istri dan anak AJ tetap ada di rumahnya," katanya.
Menurut Suratman, AJ dalam pergaulan dengan warga tidak ada yang aneh meski memang sedikit tertutup. Termasuk jika diundang untuk acara kenduri dan tahlilal memang tidak mau datang. Untuk hal lainnya tetap mengikutinya.
"AJ ini pendatang, ia aslinya Keniten, yang ada di selatan Karangmojo. Di Karangmojo sekitar lima tahun," jelasnya.
Dari pantauan rumah yang ditempati AJ, terlihat sepi dan tidak ada aktivitas. Begitu juga saat malam hari meski lampu dalam rumah terlihat menyala, namun seperti tidak ada kehidupan. "Ya rumahnya sepi, mungkin sudah tidur," kata tetangga AJ, Slamet.
Untuk penangkapan dua terduga teroris tersebut, hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak kepolisian setempat. (Baca juga: Densus 88 Amankan Lagi Satu Terduga Teroris di Sleman )
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas meringkus AJ, di tempat usahanya yang berada di jalur utama Yogya-Solo, pada pukul 14.30 WIB. Adanya penangkapan tersebut membuat kondisi di sekitar lokasi menjadi krodit, apalagi itu merupakan jalur utama. Karena, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat penangkapan itu.
Namun, petugas melakukan pengamanan ketat. Termasuk warga yang melihat tidak boleh mengabadikan peristiwa itu dengan memfotonya, baik dengan kamera biasa maupun kamera handphone. Penangkapan itu juga berlangsung dengan cepat.
Selain itu, Densus 88 juga mengamankan beberapa barang bukti yang ada di rumah AJ. Di antaranya senjata tajam dan buku-buku. Untuk penggeledahan rumah tersebut, petugas mengajak dukuh setempat untuk menjadi saksi.
AJ sebenarnya asli Keniten, namun selama ini tempat tinggalnya di Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan yang jaraknya sekitar satu kilometer arah utara dari tempat usahanya. Rumah itu milik eyangnya.
Dukuh Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Suratman mengatakan, tidak tahu secara persis tentang penangkapan itu. Sebab, saat penangkapan dirinya sedang berada di sawah. Saat bekerja di sawah itu, diminta pulang, sebab ada tamu yang katanya dari kepolisian (Densus). Setelah sampai di rumah, dirinya diajak ke rumah AJ untuk menyaksikan pengeledahan rumah tersebut.
"Pengeledahan itu, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat sampai di lokasi, sudah melihat buku-buku berserakan di lantai," kata Suratman di rumah AJ, Rabu (18/7/2018).
Suratman menjelaskan, dalam pengeledahan itu, petugas mengamanan pedang, buku-buku dan juga handphone. Untuk AJ, ia tidak mengetahuinya. Sebab saat pemeriksaan, yang ada di rumah hanya istri dan 3 anaknya. Setelah pengeledahan selesai, petugas langsung meninggalkan lokasi. Namun untuk AJ, dirinya tidak melihatnya.
"Petugas juga tidak memberi garis polisi, setelah pengeledahan itu. Untuk istri dan anak AJ tetap ada di rumahnya," katanya.
Menurut Suratman, AJ dalam pergaulan dengan warga tidak ada yang aneh meski memang sedikit tertutup. Termasuk jika diundang untuk acara kenduri dan tahlilal memang tidak mau datang. Untuk hal lainnya tetap mengikutinya.
"AJ ini pendatang, ia aslinya Keniten, yang ada di selatan Karangmojo. Di Karangmojo sekitar lima tahun," jelasnya.
Dari pantauan rumah yang ditempati AJ, terlihat sepi dan tidak ada aktivitas. Begitu juga saat malam hari meski lampu dalam rumah terlihat menyala, namun seperti tidak ada kehidupan. "Ya rumahnya sepi, mungkin sudah tidur," kata tetangga AJ, Slamet.
Untuk penangkapan dua terduga teroris tersebut, hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak kepolisian setempat. (Baca juga: Densus 88 Amankan Lagi Satu Terduga Teroris di Sleman )
(mhd)