Punya Stok 70 Ton Obat, KKHI Madinah Siap Layani Jamaah Haji
Selasa, 17 Juli 2018 - 18:18 WIB
Punya Stok 70 Ton Obat, KKHI Madinah Siap Layani Jamaah Haji
A
A
A
JAKARTA - Hari ini jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 dan 2 dari sejumlah embarkasi diterbangkan ke Madinah, Arab Saudi. Pusat Kesehatan Haji (Puskes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menyatakan kesiapannya dalam melayani mereka.
Mengantisipasi masalah kesehatan jamaah haji selama di Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah telah siap bila ada jamaah haji yang memerlukan penanganan kesehatan.
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Eka Jusuf Singka mengatakan, selain fasilitas dan tenaga medis, Kemenkes juga menyiapkan 70 ton obat untuk semua jenis penyakit untuk di KKHI Madinah dan KKHI Makkah.
"Obat untuk rawat inap rawat jalan dan obat emergensi sudah siap," ungkapnya, Selasa (17/7/2018).
Eka menambahkan, pasien dan keluarganya yang berobat di KKHI akan memperoleh penyuluhan kesehatan oleh tenaga promotif preventif (TPP) yang bertugas di KKHI Madinah. Semua pelayanan, baik pengobatan maupun penyuluhan tidak dikenakan biaya.
"Semua pelayanan adalah gratis dan pembiayaannya bersumber dari APBN Kemenkes," kata Eka.
KKHI Madinah telah menyiapkan tenaga medis, lengkap dengan fasilitasnya. Tenaga medis terdiri atas tiga orang manajerial, tiga orang spesialis penyakit dalam, dua orang spesialis paru, satu spesialis jantung, satu spesialis bedah, satu spesialis saraf, dua spesialis kedokteran jiwa, delapan orang dokter umum, satu dokter gigi, 19 perawat, empat perawat jiwa, empat apoteker, satu tenaga kefarmasian, satu analis laboratorium, dua ahli gizi, satu tenaga rekam medik, satu surveilans, satu siskohatkes, dan enam sanitarian.
Selain petugas dari Indonesia, Kemenkes juga merekrut tenaga mukimin dan mahasiswa di Saudi sebagai Tim Pendamping Kesehatan (TPK). TPK di KKHI Madinah berjumlah 12 orang yang akan bertugas sebagai pendamping orang sakit.
Fasilitas KKHI Madinah dilengkapi dengan pelayanan medis yang meliputi poliklinik umum atau rawat jalan, poliklinik gigi dan IGD yang terdiri dari 27 tempat tidur (TT). Masing-masing, tujuh untuk triase, 11 observasi wanita, dan sembilan untuk observasi pria.
Sementara ruang rawat inap terdiri atas rawat inap wanita (tiga TT isolasi dan empat TT non-infeksi) dan rawat inap pria (tiga TT isolasi dan 7 bed non-infeksi).
"Adapun untuk rawat inap psychiatry terdiri atas tiga TT pria, tiga TT wanita, dan tiga TT observasi," sebutnya.
KKHI Madinah juga dilengkapi dengan penunjang medis meliputi pemeriksaan laboratorium (hematologi rutin, urin rutin, kimia darah sederhana), pemeriksaan USG, pemeriksaan EKG, dan gizi.
Adapun untuk ambulans 24 jam terdapat 10 unit. Rinciannya, tiga unit ambulans rujukan, dua unit ambulans untuk visitasi, dan lima unit ambulans Sektor.
Menjelang kedatangan calon jamaah haji ke Madinah, tim medis dari KKHI Madinah telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Koordinasi ini dilakukan bertujuan untuk meminta bantuan bila ada pasien dari Indonesia yang memerlukan pelayanan rujukan.
Eka menyebutkan ada tujuh Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) yang bersedia membantu pemerintah Indonesia dalam melayani kesehatan jamaah haji. " Ada lima RS pemerintah (RS King Fadh, RS Al Anshor, RS Uhud, RS Miqot dan RS wiladah) dan dua RS swasta (RS Aldaar dan RS Mouwwasat)," tambahnya.
Mengantisipasi masalah kesehatan jamaah haji selama di Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah telah siap bila ada jamaah haji yang memerlukan penanganan kesehatan.
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Eka Jusuf Singka mengatakan, selain fasilitas dan tenaga medis, Kemenkes juga menyiapkan 70 ton obat untuk semua jenis penyakit untuk di KKHI Madinah dan KKHI Makkah.
"Obat untuk rawat inap rawat jalan dan obat emergensi sudah siap," ungkapnya, Selasa (17/7/2018).
Eka menambahkan, pasien dan keluarganya yang berobat di KKHI akan memperoleh penyuluhan kesehatan oleh tenaga promotif preventif (TPP) yang bertugas di KKHI Madinah. Semua pelayanan, baik pengobatan maupun penyuluhan tidak dikenakan biaya.
"Semua pelayanan adalah gratis dan pembiayaannya bersumber dari APBN Kemenkes," kata Eka.
KKHI Madinah telah menyiapkan tenaga medis, lengkap dengan fasilitasnya. Tenaga medis terdiri atas tiga orang manajerial, tiga orang spesialis penyakit dalam, dua orang spesialis paru, satu spesialis jantung, satu spesialis bedah, satu spesialis saraf, dua spesialis kedokteran jiwa, delapan orang dokter umum, satu dokter gigi, 19 perawat, empat perawat jiwa, empat apoteker, satu tenaga kefarmasian, satu analis laboratorium, dua ahli gizi, satu tenaga rekam medik, satu surveilans, satu siskohatkes, dan enam sanitarian.
Selain petugas dari Indonesia, Kemenkes juga merekrut tenaga mukimin dan mahasiswa di Saudi sebagai Tim Pendamping Kesehatan (TPK). TPK di KKHI Madinah berjumlah 12 orang yang akan bertugas sebagai pendamping orang sakit.
Fasilitas KKHI Madinah dilengkapi dengan pelayanan medis yang meliputi poliklinik umum atau rawat jalan, poliklinik gigi dan IGD yang terdiri dari 27 tempat tidur (TT). Masing-masing, tujuh untuk triase, 11 observasi wanita, dan sembilan untuk observasi pria.
Sementara ruang rawat inap terdiri atas rawat inap wanita (tiga TT isolasi dan empat TT non-infeksi) dan rawat inap pria (tiga TT isolasi dan 7 bed non-infeksi).
"Adapun untuk rawat inap psychiatry terdiri atas tiga TT pria, tiga TT wanita, dan tiga TT observasi," sebutnya.
KKHI Madinah juga dilengkapi dengan penunjang medis meliputi pemeriksaan laboratorium (hematologi rutin, urin rutin, kimia darah sederhana), pemeriksaan USG, pemeriksaan EKG, dan gizi.
Adapun untuk ambulans 24 jam terdapat 10 unit. Rinciannya, tiga unit ambulans rujukan, dua unit ambulans untuk visitasi, dan lima unit ambulans Sektor.
Menjelang kedatangan calon jamaah haji ke Madinah, tim medis dari KKHI Madinah telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi. Koordinasi ini dilakukan bertujuan untuk meminta bantuan bila ada pasien dari Indonesia yang memerlukan pelayanan rujukan.
Eka menyebutkan ada tujuh Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) yang bersedia membantu pemerintah Indonesia dalam melayani kesehatan jamaah haji. " Ada lima RS pemerintah (RS King Fadh, RS Al Anshor, RS Uhud, RS Miqot dan RS wiladah) dan dua RS swasta (RS Aldaar dan RS Mouwwasat)," tambahnya.
(dam)