Nasdem Tunggu Sosok Pasangan Penantang Jokowi di Pilpres
Selasa, 17 Juli 2018 - 13:15 WIB
Nasdem Tunggu Sosok Pasangan Penantang Jokowi di Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Partai Nasdem menunggu koalisi pendukung Prabowo Subianto mengumumkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang diusung pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.
Partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu juga penasaran siapa saja partai politik yang menjadi mitra koalisi Partai Gerindra.
"Kami saat ini disamping menyelesaikan internal kami tentu menunggu kapan ini formasi pensaing poros sebelah bisa terselesaikan, apakah koalisinya bisa segera terbentuk? Apakah cawapresnya bisa ditetapkan secara definitif? Sampai saat ini kan belum kita dengar nih," ucap Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).
Dia pun mendengar salah satu partai mitra koalisi pendukung Prabowo mengeluarkan ancaman jika tidak mendapatkan kursi cawapres. "Yang akhirnya membuat ketidakpastian koalisinya itu sendiri," ujarnya.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar koalisi pendukung Prabowo Subianto segera mengerucutkan daftar nama bakal cawapres. "Jangan sampai saling mengancam," ujarnya.
Menurut dia, penetapan pasangan capres-cawapres koalisi Prabowo Subianto tidak perlu lama."Rakyat menunggu ini programnya untuk segera ditampilkan. Kita kontestasi tapi kepentingan rakyat justru di program. Apa yang ingin disampaikan pada mereka untuk pegangan mereka nanti pada saat memilih," ujarnya.
Partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu juga penasaran siapa saja partai politik yang menjadi mitra koalisi Partai Gerindra.
"Kami saat ini disamping menyelesaikan internal kami tentu menunggu kapan ini formasi pensaing poros sebelah bisa terselesaikan, apakah koalisinya bisa segera terbentuk? Apakah cawapresnya bisa ditetapkan secara definitif? Sampai saat ini kan belum kita dengar nih," ucap Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).
Dia pun mendengar salah satu partai mitra koalisi pendukung Prabowo mengeluarkan ancaman jika tidak mendapatkan kursi cawapres. "Yang akhirnya membuat ketidakpastian koalisinya itu sendiri," ujarnya.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar koalisi pendukung Prabowo Subianto segera mengerucutkan daftar nama bakal cawapres. "Jangan sampai saling mengancam," ujarnya.
Menurut dia, penetapan pasangan capres-cawapres koalisi Prabowo Subianto tidak perlu lama."Rakyat menunggu ini programnya untuk segera ditampilkan. Kita kontestasi tapi kepentingan rakyat justru di program. Apa yang ingin disampaikan pada mereka untuk pegangan mereka nanti pada saat memilih," ujarnya.
(dam)