Kesiapan Infrastruktur Jadi Modal Golkar di Pemilu 2019
Senin, 16 Juli 2018 - 11:21 WIB
Kesiapan Infrastruktur Jadi Modal Golkar di Pemilu 2019
A
A
A
JAKARTA - Kelengkapan infrastruktur Partai Golkar sangat luas dari desa hingga perkotaan, dinilai bisa menjadi modal bagi Airlangga Hartarto untuk jadi bakal calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (pilpres) 2019.
Hal ini mencuat dalam diskusi publik bertajuk "Visi Partai Golkar dalam Pembangunan Indonesia Timur" yang digelar Komunitas edukasi dan sosialisasi politik anak muda, @TentangGolkar.
Kordinator Kepartaian DPD Golkar II Makassar, Mutalib Mustafa, yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyatakan, keyakinan terkair kesiapan partainya yang dirasa sudah sangat siap untuk memenangkan Pilpres 2019 nanti.
"Terutama kelengkapan infrastruktur Partai Golkar yang sangat luas dari desa hingga perkotaan, ini adalah modal yang sangat berharga bagi Pak Airlangga untuk menjadi pendamping Pak Jokowi di 2019," terangnya, Senin (16/7/2018).
Lebih lanjut dia mengatakan, kini saluran Golkar dapat berperan aktif dalam mengakses kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, semenjak Golkar dipimpin Airlangga, partai berlambang pohon beringin tersebut makin solid menatap Pilpres 2019.
"Kini Partai Golkar makin berkembang untuk hadir dan menjawab permasalahan masyarakat dengan platform yang sangat profesional, Partai Golkar telah mampu memposisikan diri sebagai partai terbuka, demokratis dan mandiri," ujarnya
Oleh karena itu, Muthalib berpendapat, nama Airlangga sangat berpotensi untuk menjadi cawapres pada pilpres 2019 mendatang. Dengan dipilihnya Airlangga, tentu akan menambah daya juang Jokowi untuk memenangkan pilpres 2019.
"Soal pencalonan Pak Airlanga, tentu dia telah memiliki kapasitas yang cukup untuk bantu Jokowi menang," paparnya.
Pembicara lainnya, pengamat politik Anis Kurniawan mengatakan, nama Airlangga berpotensi untuk menjadi cawapres. Prediksi tersebut dilontarkan Anis setelah melihat nama Airlangga hadir dalam survei elektabilitas cawapres baru-baru ini.
"Hasil survei ada 4 nama calon pendamping Jokowi, Airlangga salah satunya," tandasnya.
Hal ini mencuat dalam diskusi publik bertajuk "Visi Partai Golkar dalam Pembangunan Indonesia Timur" yang digelar Komunitas edukasi dan sosialisasi politik anak muda, @TentangGolkar.
Kordinator Kepartaian DPD Golkar II Makassar, Mutalib Mustafa, yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyatakan, keyakinan terkair kesiapan partainya yang dirasa sudah sangat siap untuk memenangkan Pilpres 2019 nanti.
"Terutama kelengkapan infrastruktur Partai Golkar yang sangat luas dari desa hingga perkotaan, ini adalah modal yang sangat berharga bagi Pak Airlangga untuk menjadi pendamping Pak Jokowi di 2019," terangnya, Senin (16/7/2018).
Lebih lanjut dia mengatakan, kini saluran Golkar dapat berperan aktif dalam mengakses kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, semenjak Golkar dipimpin Airlangga, partai berlambang pohon beringin tersebut makin solid menatap Pilpres 2019.
"Kini Partai Golkar makin berkembang untuk hadir dan menjawab permasalahan masyarakat dengan platform yang sangat profesional, Partai Golkar telah mampu memposisikan diri sebagai partai terbuka, demokratis dan mandiri," ujarnya
Oleh karena itu, Muthalib berpendapat, nama Airlangga sangat berpotensi untuk menjadi cawapres pada pilpres 2019 mendatang. Dengan dipilihnya Airlangga, tentu akan menambah daya juang Jokowi untuk memenangkan pilpres 2019.
"Soal pencalonan Pak Airlanga, tentu dia telah memiliki kapasitas yang cukup untuk bantu Jokowi menang," paparnya.
Pembicara lainnya, pengamat politik Anis Kurniawan mengatakan, nama Airlangga berpotensi untuk menjadi cawapres. Prediksi tersebut dilontarkan Anis setelah melihat nama Airlangga hadir dalam survei elektabilitas cawapres baru-baru ini.
"Hasil survei ada 4 nama calon pendamping Jokowi, Airlangga salah satunya," tandasnya.
(maf)