Kapolri Nilai Pendidikan Jadi Kunci Tangkal Terorisme
Selasa, 05 Juni 2018 - 17:29 WIB
Kapolri Nilai Pendidikan Jadi Kunci Tangkal Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan safari Ramadhan bersama. Kali ini keduanya menyambangi Makorem 043/Garuda Hitam (Gatam), Bandar Lampung, Senin 4 Juni kemarin.
Safari Ramadhan bersama sebelumnya juga dilakukan Tito dan Hadi ke wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Di lampung, kehadiran keduanya di dampingi istri masing-masing. Turut hadir pula Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin.
Dalam kesempatan itu, Tito meminta masyarakat bersatu dalam menangkal paham radikal dan aksi terorisme. Menurutnya, paham semacam itu sangat bertentangan dengan konsensus kebangsaan yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara.
"Kita harus mengambil hikmah dari kejadian teror seperti yang terjadi di Surabaya. Karenanya, pendidikan jadi kunci penting menangkal bahaya ideologi para teroris ini," ujar Tito, Selasa (5/6/2018).
Senada dengan Tito, Hadi Tjahjanto menganggap aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu di luar prinsip kemanusiaan. Aksi tersebut merupakan kejahatan manusia di mana orang tak berdosa dan anak-anak telah menjadi korban.
"Segenap pihak, baik dari keluarga besar TNI-Polri, alim ulama dan masyarakat harus saling membahu melawan radikalisme dan terorisme," tambah Hadi.
Safari Ramadhan bersama sebelumnya juga dilakukan Tito dan Hadi ke wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Di lampung, kehadiran keduanya di dampingi istri masing-masing. Turut hadir pula Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin.
Dalam kesempatan itu, Tito meminta masyarakat bersatu dalam menangkal paham radikal dan aksi terorisme. Menurutnya, paham semacam itu sangat bertentangan dengan konsensus kebangsaan yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara.
"Kita harus mengambil hikmah dari kejadian teror seperti yang terjadi di Surabaya. Karenanya, pendidikan jadi kunci penting menangkal bahaya ideologi para teroris ini," ujar Tito, Selasa (5/6/2018).
Senada dengan Tito, Hadi Tjahjanto menganggap aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu di luar prinsip kemanusiaan. Aksi tersebut merupakan kejahatan manusia di mana orang tak berdosa dan anak-anak telah menjadi korban.
"Segenap pihak, baik dari keluarga besar TNI-Polri, alim ulama dan masyarakat harus saling membahu melawan radikalisme dan terorisme," tambah Hadi.
(maf)