Dinilai Cemarkan Nama Baik Soeharto, GMB Desak PSI Minta Maaf

Selasa, 05 Juni 2018 - 05:43 WIB
Dinilai Cemarkan Nama...
Dinilai Cemarkan Nama Baik Soeharto, GMB Desak PSI Minta Maaf
A A A
JAKARTA - Langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengunggah video Presiden RI kedua Soeharto di media sosial beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Generasi Muda Berkarya (GMB) mendesak PSI meminta maaf lantaran video tersebut diduga memuat pencemaran nama baik Soeharto.

"Kami meminta klarifikasi dan menuntut permintaan maaf dari PSI atas tuduhan-tuduhan yang menyudutkan Presiden Kedua Soeharto serta menurunkan semua Video-video tersebut," kata Ketua Umum GMB, Raden Andreas Nandhiwardana, di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Andreas menganggap, tuduhan-tuduhan yang dilayangkan PSI tidak mendasar dan tidak memiliki fakta yang valid. Sehingga, pihaknya menunggu itikad baik PSI untuk meminta maaf kepada Keluarga Cendana termasuk kepada Partai Berkarya.

Ia menegaskan, jika sampai pada waktunya partai yang dipimpin Grace Natalie tidak menyampaikan permintaan maaf, pihaknya akan melakukan langkah-langkah yang tepat guna meluruskan opini sesat di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bid Polhukam DPP-GMB M Tasrif Tuasamu mengatakan, dalam hal ini PSI tidak mengajarkan cara beretika dalam berdemokrasi dan tidak fair. "Partai PSI baru Berkarya juga baru, namun sangat disayangkan PSI tidak mengajarkan cara etika yang baik dalam berdemokrasi dan tidak fair dalam mengambil sikap," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Tafsir, PSI seharusnya memberi pelajaran dan pendidikan politik yang baik untuk partainya, bukan malah memviralkan video dengan muatan materi yang tidak etis, dan cenderung tidak fair dalam berdemokrasi.

Menurutnya, mengapa PSI tidak mengangkat orde lama kenapa PSI hanya menyudutkan orde baru. PSI harus terbuka terhadap publik dan memberikan alasan kenapa dia harus viralkan video secara arogansi menyudutkan keluarga alm Soeharto dan Keluarga Cendana.

"Saya pikir di era orde baru itu pertahanan nasional membaik, serta petanian dari pangan itu semua membaik. Jika memang terjadi masalah sosial lalu kemudian jika dianggap itu adalah kasus hak asasi manusia, kami minta PSI membuktikan itu kepada publik, agar publik menilai siapa yang benar-benar bisa membuktikan secara hukum," sebutnya.

Ditambahkan dia, jika PSI hanya sekedar membangun opini dan mendengarkan dari sebelah pihak, partai ini tidak memberikan pendidikan yang baik terhadap masyarakat Indonesia. Selanjutnya, ia akan melaporkan PSI kepada Bawaslu.

"Kita akan laporkan PSI ke Bawaslu karena terjadi fitnah, ada unsur fitnah disitu jadi ada beberapa tuduhan keji untuk menjatuhkan keluaga besar Soeharto. Saya pikir PSI dengan antek-anteknya harus cerdaslah dalam berpolitik," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tinggalkan PSI, Fadli...
Tinggalkan PSI, Fadli Noor jadi Konsultan Politik
Demi Keamanan, Penggunaan...
Demi Keamanan, Penggunaan CCTV dan HT di Lingkungan Warga Dinilai Penting
Mantan Sekretaris DPD...
Mantan Sekretaris DPD Hanura Pimpin PSI Sulsel
Penjelasan Antonius...
Penjelasan Antonius Yogo Prabowo terkait Partainnya di Pemilu 2024
Jubir PSI Sebut OMO...
Jubir PSI Sebut OMO FOLU Tak Bebani Anggaran Negara
Menteri Hukum Serahkan...
Menteri Hukum Serahkan SK Kepengurusan PSI kepada Sekjen Raja Juli Antoni
Berita Terkini
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved