Alfian Tanjung Divonis Bebas, PPP Minta Aparat Lebih Berhati-hati

Kamis, 31 Mei 2018 - 14:40 WIB
Alfian Tanjung Divonis...
Alfian Tanjung Divonis Bebas, PPP Minta Aparat Lebih Berhati-hati
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meminta vonis bebas yang diberikan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kepada Alfian Tanjung dalam kasus dugaan ujaran kebencian menjadi pelajaran bagi aparat penegak hukum (APH). Sehingga, ke depannya aparat diminta bisa lebih berhati-hati dalam menangani kasus dugaan ujaran kebencian.

"Nah ini memberikan pelajaran kepada penegak hukum agar di dalam melakukan proses-proses penegakan hukum yang atas pasal-pasal perbuatan yang sifatnya kualitatif, agar lebih hati-hati," ujar Arsul Sani di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Adapun kualitatif yang dimaksudnya adalah abstrak. "Beda dengan orang memukul, menganiaya, orang membunuh, itu kan kuantitatif namanya, tindak pidananya jelas," jelas Anggota Komisi III DPR ini.

Kemudian, dia menyarankan aparat penegak hukum agar memperluas proses hukumnya jika kembali menangani kasus dugaan ujaran kebencian. Salah satu contohnya dengan gelar perkara.

"Yang kedua, meminta keterangan saksi ahli yang lebih banyak. Karena itu kan kualitatif," katanya.

Sebab, lanjut dia, pembuktian bersalah atau tidaknya seseorang dalam kasus dugaan ujaran kebencian itu tergantung dari makna bahasanya. "Jadi itu harus lebih hati-hati, due process of law nya itu harus dijalankan dengan lebih berhati-hati lagi. Cara berhati-hati nya adalah ya harus digelar perkara dengan melibatkan banyak ahli," tuturnya.

Di samping itu, Arsul menambahkan bahwa PPP senang dengan vonis bebas Alfian Tanjung itu. Karena, lanjut dia, Alfian Tanjung juga merupakan mantan pengurus PPP.

Sekadar diketahui, Alfian Tanjung divonis bebas karena cuitannya yang menyebut 85% kader PDIP adalah kader Partai Komunis Indonesia (PKI) dianggap bukan tindakan pidana oleh Hakim PN Jakpus.
(kri)
Berita Terkait
Ditanya Kisruh Internal...
Ditanya Kisruh Internal PPP, Suharso Monoarfa: Nantilah Kita Selesaikan Baik-baik
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Nama Jokowi Masuk Bursa...
Nama Jokowi Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Ini Pertimbangannya
Kliennya Diputus Bebas,...
Kliennya Diputus Bebas, Faomasi Apreasiasi Independensi Majelis Hakim PN Jakut
DPP PDIP Laporkan Rocky...
DPP PDIP Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Mabes Polri
Plt Ketum PPP: Mudah-mudahan...
Plt Ketum PPP: Mudah-mudahan Masalah Erwin Aksa dan Rommy Tak Jadi Peristiwa Hukum
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved