KSAL: Tunggu Perintah, Pasukan Elite TNI AL Siap Tangani Terorisme

Sabtu, 26 Mei 2018 - 03:10 WIB
KSAL: Tunggu Perintah,...
KSAL: Tunggu Perintah, Pasukan Elite TNI AL Siap Tangani Terorisme
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Siwi Sukma Adji menegaskan kesiapannya melaksanakan operasi penanganan terorisme melalui Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab).

"Pada intinya kesiapan TNI AL sebelum adanya Koopssusgab ya sudah siap, satuan sudah siap, prajuritnya sudah siap. Kita tinggal melaksanakannya saja. Perintah Panglima TNI kita laksanakan," ujarnya saat acara pembacaan Memorandum Sertijab KSAL di KRI Surabaya-591 di Kolinlamil, Jakarta Utara, Jumat (25/5/2018).

Menurut dia, Koopssusgab merupakan gabungan tiga pasukan elite dari ketiga angkatan atau matra yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). "Ada 90-an. Iya (90 pasukan) dari tiga angkatan," ucapnya.

Mengenai pengesahan UU Antiterorisme yang baru disahkan DPR, Siwi menilai, hal itu perlu peraturan teknis di bawahnya seperti Peraturan Presiden (Perpres). "Kalau ada Perpres jadi semakin kuat. Seharusnya ada peraturan pemerintah untuk pelaksanaannya. Untuk doktrin, saya kira doktrin latihan sedang disusun. Tapi intinya TNI AL sangat siap masuk dalam Koopssusgab," tegasnya.

Terkait dengan teknis pelaksanaan operasi, Siwi mengaku, menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. "Wah saya kira ada yang lebih ahlinya kan ada yang mengatur. Kalau ada perintah ya pasti laksanakan, misalnya Marawi, itu kan langsung digelar, dan sampai sekarang ada operasi tiga negara, trilateral, Indonesia, Malaysia, Filipina," jelasnya.

Mantan Danjen Akademi TNI ini menambahkan, karena Koopssusgab merupakan gabungan pasukan elite dengan mobilitas yang tinggi maka tempat konsiyeringnya juga mengikuti situasi yang dihadapi. "Dulu kan di Sentul. Saya kira itu, mobilitas yang sangat tinggi, ini kan pasukan khusus, tempatnya konsinyering ya khusus juga. Tergantung situasional. Tergantung yg dihadapi," ucapnya.
(kri)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Lampaui Undang-undang,...
Lampaui Undang-undang, Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme Harus Dicabut
Perpres ini Bisa Mengembalikan...
Perpres ini Bisa Mengembalikan TNI ke era Orde Baru
Pelibatan TNI Atasi...
Pelibatan TNI Atasi Terorisme Harus Melalui Mekanisme Aturan Berlaku
BREAKING NEWS, Densus...
BREAKING NEWS, Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Bekasi
Spesifikasi NH90 Sea...
Spesifikasi NH90 Sea Tiger Jerman, Helikopter Anti Kapal Selam dengan Kemampuan Mengerikan
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved