Buruh Diimbau Bangun Suasana Kondusif Hadapi Pilkada dan Pilpres

Kamis, 24 Mei 2018 - 11:28 WIB
Buruh Diimbau Bangun...
Buruh Diimbau Bangun Suasana Kondusif Hadapi Pilkada dan Pilpres
A A A
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mendukung kinerja aparat Polri dalam mengatasi berbagai potensi konflik selama proses Pilkada Serentak dan Pilpres 2019 mendatang. Dalam mengatasi konflik, FSPMI menilai Indonesia sudah memiliki mekanisme dan aturan perundang-undangan. Oleh karena itu, aparat penegak hukum khususnya kepolisian juga diminta cekatan menegakkan aturan hukum itu.

"Ada polisi sebagai penyidik, ada jaksa yang urus berkas. Siapa lagi kita percayakan kalau bukan ke penegak hukum? Kita hidup di negeri ini kok,” ujar Ketua FSPMI DPW Jawa Barat Sabilar Rosyad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Sikap FSPMI dalam menghadapi Pilkada Serentak dan Pilpres 2019 mendatang, kata dia, adalah dengan menjunjung aturan main yang sah dan berlaku di Indonesia. Sabilar mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya buruh untuk tidak mudah terpancing dengan letupan-letupan politik yang cenderung merugikan buruh itu sendiri.

Menurut dia, pengerahan massa besar-besaran dalam proses politik bisa saja dilakukan, namun harus atas dasar kesadaran dan juga sesuai perundang-undangan yang berlaku di Tanah Air.

Dia mengatakan, potensi konflik horizontal di masyarakat harus dihindari. Selain tidak akan membuat buruh Indonesia akan dipandang baik, juga merugikan bagi seluruh masyarakat.

"Ini tahun politik, risiko terlalu besar kalau ada kumpulan massa besar, takut ada yang menunggangi. Misalnya, kumpulnya di Monas, tahu-tahu di Ancol ada letupan. Ini berisiko besar. Sebaiknya, tak perlu kumpul-kumpul massa besar dalam tahun-tahun politik ini. Resiko ditunggangi loh,” imbaunya.

Dia menjelaskan, buruh Indonesia adalah masyarakat yang taat kepada hukum dan selalu mendukung aparat kepolisian dalam menegakkan hukum, serta memberantas kejahatan. Karena itu, jika ada pihak-pihak yang menuding buruh Indonesia sering bikin kisruh atau keributan dengan aksi-aksi massa yang besar, menurut dia hal itu tidaklah tepat.

"Kita buruh Indonesia enggak pernah melawan pemerintah,” ucapnya.

Ia memastikan, buruh Indonesia tidak akan memberikan reaksi berlebihan dalam proses-proses politik mendatang. Hal itu untuk menghindari gesekan sosial.

"Kalau polisi sudah menangani proses hukumnya, pasti tidak ada demo. Pasti kalau sudah ditangani, saya yakin tidak akan demo,” tandasnya.

Demikian pula dalam proses politik Pilpres 2019 mendatang, menurutnya, harus dilakukan sesuai koridor perundang-undangan. Buruh Indonesia, lanjutnya, patuh kepada koridor dan perundang-undangan yang berlaku dan sah.

"Koridornya ya undang-undang. Buruh dalam proses Pilkada dan Pilpres 2019 ya sesuai koridor undang-undang. Selanjutnya ya kita percayakan kepada polisi sebagai penyidik, aparatur hukum untuk menegakkan kalau ada persoalan,” ujarnya.

Meskipun, lanjut dia, setiap orang mungkin memiliki pilihan bakal calon presidennya masing-masing, namun tunduk kepada aturan main dan undang-undang adalah sebuah keharusan di Indonesia.

“Kalau mau milih atau mau ganti presiden ya nanti itu ada koridornya di Pemilu 2019. Semuanya ada koridor dan hukum serta undang-undangnya kok. Demikian pula, kalau mau terusin dengan presiden pilihannya, ya tetaplah sesuai koridor itu,” papar Zulkarnaen.

Sabilar sangat sepakat bahwa dalam proses politik ini tidak perlu mobilisasi massa besar-besaran dengan tujuan memperkeruh situasi. “Takut ditunggangi,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved