Ngabalin Masuk Istana, Moeldoko: Tugasnya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 23 Mei 2018 - 16:25 WIB
Ngabalin Masuk Istana,...
Ngabalin Masuk Istana, Moeldoko: Tugasnya sebagai Tenaga Ahli
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meluruskan kabar yang menyebut politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin diangkat sebagai juru bicara presiden.

Moeldoko mengatakan, Ngabalin adalah salah satu politikus senior yang berkapasitas. Ngabalin diangkat sebagai salah satu tenaga profesional baru yang akan membantu Kantor Staf Presiden (KSP) dalam komunikasi politik kepada publik yang bertugas di bawah Deputi IV KSP Eko Sulistyo.

"Tugasnya sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Bukan sebagai juru bicara Presiden," kata Moeldoko dalam keterangan resmi, Rabu (23/5/2018).

Moeldoko menuturkan, Ngabalin diangkat bersama sejumlah tenaga profesional lainnya seperti mantan Ketua KPU Juri Ardiantoro sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian V (bidang politik dan pengelolaan isu polhukam).

Selanjutnya ada programmer Novi Wahyuningsih sebagai Tenaga Ahli Muda Kedeputian IV (bidang komunikasi politik dan diseminasi informasi) dan praktisi ekonomi Hari Prasetyo sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III (bidang kajian dan pengelolaan isu-isu ekonomi strategis).

Moeldoko tidak mempersoalkan jika Ngabalin berada di kubu oposisi pada Pilpres 2014 lantaran menjadi salah satu anggota tim politik pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Menurut Moeldoko, pemerintah tidak memiliki lawan politik.

"Semua adalah partner demokrasi," kata Moeldoko.

Sementara itu, Ali Mohchtar Ngabalin mengakui penunjukkan dirinya menjadi tenaga ahli di KSP. "Iya saya jadi tenaga ahli utama KSP," kata Ngabalin seperti dikutip dari Okezone, Rabu (23/5/2018).

Ngabalin mengakui selama ini dirinya kerap mengkritik jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Menurut dia, bergabung bersama pemerintah saat ini agar bisa menjadi penyambung antara kepentingan ulama dan pemerintah. Terlebih, lanjut dia, tidak ada yang abadi dalam politik.

"Ya politik itu kan sebetulnya dinamis. Saya pikir teman-teman di media tahu politik itu dinamis dan itulah khasanah politik yang membuat kita menjadi kaya," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved