PB HMI Sayangkan Tindakan Represif Aparat terhadap Aksi Mahasiswa

Selasa, 22 Mei 2018 - 09:48 WIB
PB HMI Sayangkan Tindakan...
PB HMI Sayangkan Tindakan Represif Aparat terhadap Aksi Mahasiswa
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyayangkan tindakan represif aparat terhadap aktivis mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya di depan Istana Negara dalam rangka merayakan peringatan 20 tahun reformasi, Senin (21/5) kemarin.

"Di era demokrasi sebagai buah dari reformasi, kebebasan berpendapat dan berekspresi dijamin UU, dan saya kira kritikan konstruktif sehat bagi kehidupan berbangsa harus dihargai," ujar Ketum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Saddam mengatakan saat masih ada kritik dalam beragam bentuk, termasuk demonstrasi petanda baik bagi demokrasi kita. Ia menegaskan, aparat sebagai pengayom rakyat semestinya lebih menekankan pendekatan persuasif dalam berkomunikasi dengan mahasiswa.

"Kritikan dari mahasiswa bukti kecintaan mereka kepada bangsa dan negara ini," katanya.

Saddam menilai, persoalan kemanusiaan ialah keutamaan bagi demokrasi. "Ketika hak sipil dibungkam dengan cara-cara yang repsresif, itu artinya Indonesia sedang mengalami krisis kemanusiaan," tegasnya.

Di bulan suci Ramadhan yang mulia ini, lanjut Saddam, kita perlu memelihara kedamaian agar tetap terjaga. Demi menghindari hal-hal yang kontraproduktif bagi perbaikan bangsa.

"Saya meminta agar semua pihak menahan diri, aparat juga harus memilih cara yang lebih lunak dalam menghadapi mahasiswa, tidak kemudian bertindak agresif," harap Saddam.

Ia mengimbau agar tindakan represif tidak terulang kembali. Sebab mahasiswa adalah penerus generasi bangsa di masa depan yang akan menggantikan pemimpin hari ini.

Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa menggelar Aksi Refleksi 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut terjadi kericuhan hingga tujuh mahasiswa dilarikan ke rumah sakit.
(kri)
Berita Terkait
Diskusi Interaktif 25...
Diskusi Interaktif '25 Tahun Reformasi, Kesaksian Pelaku Sejarah'
Peringati 25 Tahun Reformasi,...
Peringati 25 Tahun Reformasi, Barikade 98 Dukung Pemerintah Selesaikan Kejahatan HAM
21 Mei 1998 Presiden...
21 Mei 1998 Presiden Paling Lama Berkuasa Lengser
Peringati Reformasi...
Peringati Reformasi 1998, ICW: Kekacauan saat Ini Buah dari Reformasi
Kelompok NII Ingin Gulingkan...
Kelompok NII Ingin Gulingkan Pemerintahan Jokowi seperti Reformasi 1998
Apa Penyebab Reformasi...
Apa Penyebab Reformasi 1998 yang Kerap Disinggung Capres Ganjar?
Berita Terkini
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved