DPR Minta Pembentukan Koopssusgab Disesuaikan UU Terorisme
Kamis, 17 Mei 2018 - 14:28 WIB
DPR Minta Pembentukan Koopssusgab Disesuaikan UU Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto meminta pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) disesuaikan dengan Undang-Undang (UU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang sudah hampir rampung direvisi.
"Tentunya kita harus sesuaikan dengan undang-undang yang ada, direvisi dan sebentar lagi akan berlakukan. Karena tinggal menunggu pengesahan," ujar Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).
Namun diakui Agus, kerja sama TNI dengan Polri dalam menangani terorisme sangat dianjurkan dan dimungkinkan.
"Sehingga semuanya harus diselesaikan dalam aturan perundang-undangan. Sehingga hal terbaik yang dilakukan sesuai dengan undang-undang tersebut," kata politikus partai Demokrat ini.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa sebenarnya pelibatan TNI dalam memberantas terorisme sudah diatur dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Namun posisi TNI dalam UU itu sebagai perbantuan Polri.
"Karena memang TNI dan Polri sendiri banyak mempunyai keahlian-keahlian di bidang terorisme, di bidang intelijen yang apabila kemampuan ini digabung tentunya akan menjadi manfaat yang tertinggi bagi nusa bangsa dan negara," ucapnya.
"Tentunya kita harus sesuaikan dengan undang-undang yang ada, direvisi dan sebentar lagi akan berlakukan. Karena tinggal menunggu pengesahan," ujar Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).
Namun diakui Agus, kerja sama TNI dengan Polri dalam menangani terorisme sangat dianjurkan dan dimungkinkan.
"Sehingga semuanya harus diselesaikan dalam aturan perundang-undangan. Sehingga hal terbaik yang dilakukan sesuai dengan undang-undang tersebut," kata politikus partai Demokrat ini.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa sebenarnya pelibatan TNI dalam memberantas terorisme sudah diatur dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Namun posisi TNI dalam UU itu sebagai perbantuan Polri.
"Karena memang TNI dan Polri sendiri banyak mempunyai keahlian-keahlian di bidang terorisme, di bidang intelijen yang apabila kemampuan ini digabung tentunya akan menjadi manfaat yang tertinggi bagi nusa bangsa dan negara," ucapnya.
(maf)