Mendagri: Tidak Boleh Takut terhadap Terorisme
Minggu, 13 Mei 2018 - 19:17 WIB
Mendagri: Tidak Boleh Takut terhadap Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Teror bom terjadi di sekitar tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2018) pagi. Sebanyak 11 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengimbau masyarakat untuk tidak takut terhadap aksi terorisme. Tjahjo mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melawan terorisme.
Dia mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lokasi serangan teror di Surabaya membuktikan negara atau pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Mari kita lawan. Tidak boleh takut," kata Tjahjo usai menghadiri acara Workshop Nasional Anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (13/5/2018).
Dia meyakini bahwa aparat Kepolisian mampu mengusut tuntas kasus serangan teror bom tersebut. "Kami tegaskan masalah radikalisme, terorisme itu jangan kita biarkan," tuturnya.
Dia pun mengimbau seluruh partai politik (parpol) maupun organisasi masyarakat (Ormas) berani melawan terorisme. "Siapa yang ingin memecah-belah dan mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mari kita lawan sama-sama," ujarnya.
Tjahjo juga menyampaikan duka cita terhadap meninggalnya lima anggota Polri pada saat kerusuhan di rumah tahanan kasus terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, beberapa hari lalu.
Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengimbau masyarakat untuk tidak takut terhadap aksi terorisme. Tjahjo mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melawan terorisme.
Dia mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lokasi serangan teror di Surabaya membuktikan negara atau pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Mari kita lawan. Tidak boleh takut," kata Tjahjo usai menghadiri acara Workshop Nasional Anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (13/5/2018).
Dia meyakini bahwa aparat Kepolisian mampu mengusut tuntas kasus serangan teror bom tersebut. "Kami tegaskan masalah radikalisme, terorisme itu jangan kita biarkan," tuturnya.
Dia pun mengimbau seluruh partai politik (parpol) maupun organisasi masyarakat (Ormas) berani melawan terorisme. "Siapa yang ingin memecah-belah dan mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mari kita lawan sama-sama," ujarnya.
Tjahjo juga menyampaikan duka cita terhadap meninggalnya lima anggota Polri pada saat kerusuhan di rumah tahanan kasus terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, beberapa hari lalu.
(dam)