Nasib Pekerja Lokal dan Polemik Tenaga Kerja Asing Jadi Sorotan

Senin, 30 April 2018 - 15:12 WIB
Nasib Pekerja Lokal...
Nasib Pekerja Lokal dan Polemik Tenaga Kerja Asing Jadi Sorotan
A A A
JAKARTA - Hari Buruh Internasional atau May Day akan diperingati pada Selasa 1 Mei 2018 besok. Terkait hal itu, pemerintah diminta menjadikan Hari Buruh sebagai momentum untuk memperbaiki nasib pekerja.

"Aspirasi yang selama ini disampaikan diharapkan dapat dipenuhi," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (30/4/2018). (Baca juga: Pengawasan TKA Tak Maksimal, DPR Dorong Bentuk Satgas )

Walaupun, diakuinya, tidak semua aspirasi dapat diwujudkan sekaligus, tetapi setidaknya ada upaya perbaikan yang jelas dari tahun sebelumnya.

“Para buruh dan pekerja kita kan selalu menyuarakan aspirasinya. Tetapi coba dilihat, berapa yang bisa diwujudkan pemerintah? Kalau tidak ada yang berubah sama sekali, berarti aspirasi itu tidak pernah didengar,” katanya.

Dia mengharapkan pemerintah akan berpihak kepada buruh selama tidak mendatangkan kerugian besar bagi pengusaha.

Saleh menambahkan, aspirasi para buruh dan pekerja sangat banyak dan kompleks, seiring dengan persoalan kehidupan yang dihadapi. Persoalan itu, kata dia, mulai dari upah minimum, pembatasan jam kerja, lembur, istirahat dan libur, cuti, tunjangan, perlindungan, jaminan sosial, pensiun, asuransi, dan lain-lain.

"Semua itu mustahil bisa terwujud tanpa campur tangan pemerintah," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Dia menambahkan, Hari Buruh juga sebaiknya menjadi momentum untuk refleksi tentang keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Sebab, keberadaan TKA ini sudah mendatangkan perdebatan dan silang sengketa.

Dia mengakui, isu TKA terkait dengan hilangnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal.

“Soal TKA, hendaknya tidak berhenti pada klaim pemerintah atau klaim pengeritiknya. Tetapi bisa dilanjutkan pada pengawasan dan pembuktian di lapangan. Itu bisa dilakukan oleh banyak pihak, termasuk masyarakat luas,” tutur anggota DPR asal Sumatera Utara .
(dam)
Berita Terkait
Terapkan Social Distancing,...
Terapkan Social Distancing, Buruh Gelar Aksi Tolak Omnibus Law di Depan DPRD Sumut
May Day 2020, Tokoh...
May Day 2020, Tokoh Ini Sebut Dinas Tenaga Kerja Harusnya Jadi Rumah Bagi Kaum Buruh
Disnaker Jakarta Umumkan...
Disnaker Jakarta Umumkan 3 Serikat Buruh Pemenang Lomba Cerdas Cermat May Day 2024
Ganjar Hadiri Salatiga...
Ganjar Hadiri Salatiga Mayday 2023, Serap Aspirasi Para Buruh
Rayakan Hari Buruh,...
Rayakan Hari Buruh, SPN dan FSB Garteks Suarakan Konsep Hubungan Industrial
Komitmen Legislator...
Komitmen Legislator Arzeti Bilbina untuk Kesejahteraan Buruh
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved