PKS-Gerindra Mesra, Aher Berpeluang Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

Jum'at, 27 April 2018 - 09:17 WIB
PKS-Gerindra Mesra,...
PKS-Gerindra Mesra, Aher Berpeluang Dampingi Prabowo di Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Hubungan antara PKS dan Partai Gerindra yang kian mesra membuka peluang besar bagi kader terbaik PKS untuk maju di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, baik sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres).

Salah satu kader terbaik PKS Ahmad Heryawan digadang-gadang berpeluang paling besar maju di Pilpres 2019, baik untuk capres maupun cawapres. Selain karena predikat kader terbaik PKS, pria yang akrab disapa Aher itu juga sukses memimpin Provinsi Jabar selama dua periode berturut-turut.

"Apalagi, di Jabar Kang Aher ini sangat merepresentasikan orang Sunda, sejalan dengan keinginan masyarakat Jawa Barat yang memang mendambakan sosok presiden dari Jawa Barat," ungkap pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan Bandung Asep Warlan Yusuf, Jumat (27/4/2018).

Selain berpeluang menjadi capres, lanjut Asep, peluang besar sebagai cawapres pun menanti Aher seiring semakin mesranya hubungan PKS dan Gerindra. Aher disebut Asep sangat cocok jika berduet dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang telah lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai capres 2019.

"Sebagai orang Jawa Barat, saya melihat akan sangat cocok jika Prabowo menggandeng Kang Aher yang memang merupakan representasi Jawa Barat. Apalagi, Jawa Barat dikenal sebagai lumbung suara," jelasnya.

Meski begitu, Asep mengakui, sejumlah sosok bakal menjadi pesaing Aher. Selain sosok internal PKS, Aher juga akan berhadapan dengan sosok eksternal. Di internal, sebut Asep, terdapat kader PKS terbaik lainnya Anis Matta, sedangkan eksternal ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli.

"Melihat persaingan yang cukup berat di eksternal, PKS harus mampu menyakinkan Prabowo agar mengambil kader terbaiknya itu (Aher) untuk bakal calon wakil presiden," katanya.

Disinggung peluang Aher digandeng oleh capres petahana yang diusung PDIP Joko Widodo (Jokowi), Asep menilainya sangat tipis. Sebab, kata Asep, garis koalisi partai berbeda jauh, antara partai pendukung pemerintah dan oposisi.

"PKS kan sudah setia dengan Gerindra, meski memang ada ancaman dari PKS jika Prabowo tidak mengambil wakil dari PKS, maka PKS akan lari dari koalisi yang katanya sudah bersekutu itu," tutur Asep.

Meski begitu, Asep menyatakan, dengan sisa waktu hingga pendaftaran capres-cawapres 2019 yang masih panjang, segala kemungkinan masih dapat terjadi. "Bursa pilpres masih panjang dan segala kemungkinan masih bisa terjadi," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Mars dan Hymne Baru...
Mars dan Hymne Baru PKS Bergema di Markas Gerindra, Begini Respons Prabowo
Siti Zuhro: Koalisi...
Siti Zuhro: Koalisi PKS dan Gerindra di 2019 Kecil Kemungkinan Terulang di 2024
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Kuatkan Silaturahmi...
Kuatkan Silaturahmi Kebangsaan, PKS DKI Kunjungi Partai Gerindra Jakarta
Gerindra-PKS Terancam...
Gerindra-PKS Terancam 'Ketinggalan Kereta' di Pilkada Gowa 2020
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved