Akbar Tanjung: Keberagaman Harus Tetap Dijaga di Tahun Politik
Kamis, 05 April 2018 - 16:59 WIB
Akbar Tanjung: Keberagaman Harus Tetap Dijaga di Tahun Politik
A
A
A
JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling toleransi di tahun politik 2018 dan 2019.
Akbar mengatakan, hiruk pikuk politik yang ditandai penyebaran berita bohong dan perang opini antara elite jangan sampai mengganggu keharmonisan bangsa.
"Hiruk pikuk saat ini tentu kita tidak inginkan. Ini bisa menghilangkan kebersamaan kita. Keberagaman harus tetap kita jaga," kata Akbar dalam Sarasehan Pergerakan Indonesia Maju bertema Indonesia Menjadi Negara Berhasil di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).
Akbar mengatakan, keberagaman dan persatuan adalah merupakan bagian dari kekuatan bangsa Indonesia. Di antara rakyat yang beragam itu, lanjut Akbar, memiliki kontribusi masing-masing dalam memajukan bangsa dan negara.
Karenanya, Akbar mengimbau agar kontestasi demokrasi yang akan berlangsung pada 2018 dan 2019 dilakukan dalam koridor Pancasila.
"Pemimpin itu harus ciptakan iklim yang kondusif bagi masyarakat. Kalau pemimpin itu timbulkan kondisi yang tak kondusif tentu akan jauh dari yang kita harapkan," kata mantan Ketua DPR ini.
Dia juga mengingatkan agar kontestasi harus betul-betul demi kepentingan bangsa. "Kita juga harus siap bersaing antar kita sendiri dengan semangat fastabiqul khoirot (berlomba dalam kebaikan)," tuturnya.
Akbar mengatakan, hiruk pikuk politik yang ditandai penyebaran berita bohong dan perang opini antara elite jangan sampai mengganggu keharmonisan bangsa.
"Hiruk pikuk saat ini tentu kita tidak inginkan. Ini bisa menghilangkan kebersamaan kita. Keberagaman harus tetap kita jaga," kata Akbar dalam Sarasehan Pergerakan Indonesia Maju bertema Indonesia Menjadi Negara Berhasil di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).
Akbar mengatakan, keberagaman dan persatuan adalah merupakan bagian dari kekuatan bangsa Indonesia. Di antara rakyat yang beragam itu, lanjut Akbar, memiliki kontribusi masing-masing dalam memajukan bangsa dan negara.
Karenanya, Akbar mengimbau agar kontestasi demokrasi yang akan berlangsung pada 2018 dan 2019 dilakukan dalam koridor Pancasila.
"Pemimpin itu harus ciptakan iklim yang kondusif bagi masyarakat. Kalau pemimpin itu timbulkan kondisi yang tak kondusif tentu akan jauh dari yang kita harapkan," kata mantan Ketua DPR ini.
Dia juga mengingatkan agar kontestasi harus betul-betul demi kepentingan bangsa. "Kita juga harus siap bersaing antar kita sendiri dengan semangat fastabiqul khoirot (berlomba dalam kebaikan)," tuturnya.
(dam)