Prabowo: Indonesia Seharusnya Sudah Kaya Raya

Minggu, 01 April 2018 - 09:47 WIB
Prabowo: Indonesia Seharusnya...
Prabowo: Indonesia Seharusnya Sudah Kaya Raya
A A A
KARAWANG - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan Indonesia seharusnya sudah hidup kaya raya dan tidak ada kesenjangan ekonomi yang terlalu jauh di antara rakyatnya. Namun, karena para elite politik nasional secara sistemik mengabaikan Pasal 33 UUD 1945, kekayaan itu hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang.

Menurut Prabowo, para elite secara sadar melakukan pembiaran terhadap praktik konglomerasi yang hidup subur di Indonesia, yang pada digilirannya membuat rakyat hidup dalam kesusahan.

"Para elite secara sistemik telah melanggar UUD 1945 Pasal 33. Padahal ini pasal kunci. Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya raya," ujar Prabowo saat berkunjung ke Karawang, Sabtu (31/3/2018).

Prabowo mengatakan, data yang menyebutkan 80 persen lahan dikuasai asing, 13 persen dikuasai sedikit orang, dan satu persen dimiliki 250 juta rakyat Indonesia sungguh sesuatu yang miris. Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, Indonesia seharusnya tidak membolehkan asas konglomerasi. "Satu keluarga menguasai jutaan hektare. Indonesia itu asas kekeluargaan, bukan kapitalisme," kata dia.

Ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang terjadi saat ini, kata Prabowo, disebabkan oleh kalangan elite yang rakus. "Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya. Siapa elite itu? Elite itu pimpinan. Saya juga elite. Bedanya saya elite sadar, sudah tobat, dan setia," kata Prabowo

Prabowo mengaku saat menjadi bagian dari rezim Orde Baru, dirinya sempat tertarik pada paham neoliberalisme. Hal itu terjadi saat dia masih tergabung di Partai Golkar. Di masa itu, pemerintah menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah yang diperkenalkan Albert Otto Hirschman, pencetus paham neoliberalisme.

"Saya dulu tertarik sama neolib. Tapi saya lihat ternyata paham itu bohong. Kesejahteraan nggak netes-netes ke bawah. Malah dibawa ke luar negeri oleh elite," kata Prabowo

Sejak saat itu dia mengaku mulai tak suka kepada elite, terutama elite Jakarta yang dia anggap kebanyakan adalah penipu. "Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu. Saya mantan komandan sejak muda. Saya terbiasa baca tampang anak buah hingga saya bisa tahu tampang penipu," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Rayakan Usia ke-18,...
Rayakan Usia ke-18, Fraksi Gerindra DPR Gaungkan Semangat Kebersamaan
Raih Penghargaan KIP,...
Raih Penghargaan KIP, Prabowo dan Gerindra Komitmen Berantas Korupsi dan Junjung Tinggi Demokrasi
Kapoksi Gerindra Muhammad...
Kapoksi Gerindra Muhammad Rahul Dukung Pengusutan Korupsi Batu Bara
Kala Prabowo Sentil...
Kala Prabowo Sentil Orang Pintar hingga Profesor yang Banyak Bicara di Podcast
Prabowo Subianto Hadiri...
Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-15 Partai Gerindra
Prabowo Siap Tempur...
Prabowo Siap 'Tempur' di Pemilu 2024! Al dan El Gabung Gerindra, Iwan Bule Gantikan Posisi Sandiaga Uno
Berita Terkini
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved