Ada Ketimpangan Kepemilikan Lahan, Jokowi: Bukan Saya yang Melakukan

Senin, 26 Maret 2018 - 23:45 WIB
Ada Ketimpangan Kepemilikan...
Ada Ketimpangan Kepemilikan Lahan, Jokowi: Bukan Saya yang Melakukan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah melakukan kunjungan kerja di wilayah Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan Jokowi dalam kunjungan kerja itu, salah satunya membagikan sertifikat tanah untuk masyarakat.

Meski sempat mendapat kritik dari Politikus Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal adanya ketimpangan kepemilikan lahan, Jokowi menegaskan program sertifikasi tanah bukan kebohongan. Program tersebut dinilai Jokowi sangat bermanfaat bagi rakyat.

"Sertifikat yang sudah diserahkan diangkat tinggi-tinggi. Biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat sudah diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi milik Bapak/Ibu sekalian dan bukan pengibulan," ujar Jokowi saat menyerahkan sertifikat di GOR Rudy Resnawan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (26/3/2018).

Saat memberikan sambutan Jokowi sempat menyinggung soal tuduhan pihak tertentu yang mengatakan bahwa kebijakan tersebut adalah pembohongan semata. "Karena ada yang ngomong pembagian sertifikat itu pengibulan. Tidak ada, sertifikat betul-betul sudah diserahkan kepada masyarakat," ucap Jokowi.

Dalam kunjungan kerja kali ini, sebanyak 3.630 sertifikat hak atas tanah diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat penerima sertifikat. Para penerima datang dari sejumlah kota/kabupaten di Kalimantan Selatan, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

Selepas acara, Jokowi menyampaikan pandangannya soal ketimpangan atas penguasaan lahan yang saat ini terjadi di Indonesia. Jokowi menegaskan, pemberian izin kepemilikan dan pembukaan lahan bagi segelintir pengusaha besar tidak diberikan olehnya selama memegang tampuk kepemimpinan.

"Memang ada ketimpangan. Tapi harus mengerti bahwa distribusi itu (kepada pengusaha besar) bukan saya yang melakukan. Itu yang saya tidak mau, kita membagi saja tidak," kata Jokowi.

Untuk diketahui, program percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah sebagai bagian dari reforma agraria yang dicanangkan pemerintah salah satunya dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah di Indonesia. Melalui, program tersebut, masyarakat kini dapat memiliki bukti pengakuan hukum atas tanah yang mereka miliki.

"Setiap saya ke daerah selalu keluhannya sengketa lahan. Kenapa ada? Karena pemegang lahan tidak memiliki bukti hak atas tanah yang namanya sertifikat. Kalau sudah pegang ini (sertifikat) tidak ada orang lain yang berani," ucap Jokowi.
(kri)
Berita Terkait
Warga Terlibat Konflik...
Warga Terlibat Konflik Lahan dengan PT NWR, Presiden Jokowi Diminta Turun Tangan
Jokowi Pimpin Rapat...
Jokowi Pimpin Rapat Terbatas Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
KPK Periksa Ajudan Mantan...
KPK Periksa Ajudan Mantan Ketua PN Depok terkait Kasus Pengurusan Sengketa Lahan
Jokowi Jengkel Sertifikasi...
Jokowi Jengkel Sertifikasi dengan HGB Kecil Dipersulit, Giliran Besar Diberikan
Gaya Jokowi Kemudikan...
Gaya Jokowi Kemudikan Mesin Penanam Padi
Presiden Jokowi Ingatkan...
Presiden Jokowi Ingatkan Warga di Balikpapan: Jangan Telantarkan Lahan
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved