Langkah Kapolri Perangi Hoaks Terus Mendapat Dukungan

Senin, 26 Maret 2018 - 22:37 WIB
Langkah Kapolri Perangi...
Langkah Kapolri Perangi Hoaks Terus Mendapat Dukungan
A A A
JAKARTA - Langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam kampanye antihoaks mendapat dukungan sejumlah ulama perempuan, ustazah, dan Nyai pesantren. Sebab perang terhadap hoaks ini dilakukan dengan melibatkan dunia pesantren.

Usaha Kapolri ini dinilai selain merekatkan ukhuwah antara anggota Polri dengan umat Islam, juga bagian dari metode pendidikan politik yang patut mendapat dukungan semua pihak. Terlebih di era perkembangan informasi teknologi yang semakin pesat.

Ustazah Mardiyatul Muflihah dari Pesantren Sinar Islam Jawa Barat menyampaikan, inisiatif Kapolri bermanfaat untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat tentang hakikat kebebasan berpendapat, namun tetap mengindahkan norma-norma yang baik dan beretika.

"Jadi memerangi hoaks itu berbobot ibadah. Menjauhi fitnah, meninggalkan ghibah adalah bagian dari gerakan antihoaks. Kita apresiasi dan dukung langkah Pak Tito ini," kata Mardiyatul, Senin (26/3/2018).

Sementara KH Heri Eriana menyatakan, perang melawan hoaks adalah gerakan mulia. Sesungguhnya sudah merupakan tugas melekat para ulama. Jika kini pohak kepolisian begitu gencar mengkampanyekan gerakan anti-hoaks maka seharusnya para ulama mendukung.

"Tanpa dilibatkan secara resmipun sehatusnya gerakan ini didukung ulama. Apalagi ini ulama dilibatkan oleh Pak Tito Karnavian. Jadi memang tidak bisa tidak, ulama harus ambil bagian dalam perang melawan hoaks ini," demikian ulama sekaligus intelektual dari Bengkulu berkomentar.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam beberapa bulan terakhir memang gencar menggerakkan kampanye antihoaks. Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para kyai, santri dan kini ulama perempuan.

Dukungan dari publik ini dengan sendirinya menjadi perekat hubungan polisi dengan rakyat dan khususnya umat Islam.

Pernyataan Kapolri bahwa ummat Islam Indonesia jangan sampai terpecah gara-gara hoaks bisa dimengerti banyak pihak, apalagi Kapolri mencontohkan terpecahnya beberapa negara Islam di Timteng karena tak bisa bersatu. Hoaks dapat memecah belah dan sangat mungkin membawa negara pada keributan dan perpecahan yang tidak perlu.
(maf)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Bikin Malu, Setop Polemik...
Bikin Malu, Setop Polemik Bansos Antara Pemprov DKI dan Pusat
Tuai Polemik Soal Merek...
Tuai Polemik Soal Merek Dagang, Pakar Jelaskan Makna Mie Gacoan
Eri Syofiar Minta Maaf...
Eri Syofiar Minta Maaf Gunakan Akun Palsu untuk Fitnah Mulyadi
Kontroversi Alat Kontrasepsi...
Kontroversi Alat Kontrasepsi untuk Pelajar, Kemenkes Buka Suara
Berita Terkini
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved