Pertemuan Parlemen Dunia, Indonesia Usulkan Tata Kelola Migran

Senin, 26 Maret 2018 - 16:56 WIB
Pertemuan Parlemen Dunia,...
Pertemuan Parlemen Dunia, Indonesia Usulkan Tata Kelola Migran
A A A
JENEWA - Tata kelola migran menjadi pembahasan yang disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam sesi debat umum sidang ke-138 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Jenewa, Swiss, Minggu 25 Maret 2018. Debat tersebut mengangkat tema "Strengthening the global regime for migrants and refugees: the need for evidence-based policy solutions".

Bamsoet mendesak para anggota parlemen di seluruh dunia memperkuat kerja sama dalam mewujudkan tata kelola global, terkait migrasi yang memperhatikan kepentingan negara penerima, pengirim, dan para migran secara proporsional. "Masalah migrasi internasional dan pengungsi merupakan isu yang menjadi kepentingan Indonesia," kata Bamsoet dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Senin (26/3/2018).

Meskipun bukan negara yang menandatangani Konvensi Pengungsi tahun 1951, atas dasar kemanusiaan Indonesia telah menampung para pengungsi, termasuk dari Rohingya. "Masalah migrasi dan pengungsi merupakan tanggung jawab bersama masyarakat internasional. Untuk itu kita perlu memiliki instrumen-instrumen yang mampu menjawab persoalan migran saat ini dan di masa mendatang," ujarnya.

Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib mengatakan pembahasan isu migran dan pengungsi dari perspektif wakil rakyat merupakan masukan yang penting. "Ini berpengaruh terhadap penyusunan instrumen internasional terkait pengungsi dan migran, yaitu Global Compact for Migration (GCM) dan Global Compact for Refugees (GCR), yang saat ini dalam proses pembahasan dalam forum PBB di Jenewa," katanya.

Dalan pertemuan ini, masalah pengungsi dan migran menjadi salah satu isu yang dibahas oleh para anggota parlemen sedunia dalam sidang ke-138 IPU Assembly yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Pertemuan juga membahas berbagai isu global terkait masalah keamanan internasional, isu-isu Timur Tengah, pembangunan berkelanjutan, dan hak asasi manusia.

Delegasi RI dipimpin Ketua DPR dan terdiri dari sejumlah anggota DPR seperti Ahmad Sahroni, Muhammad Misbakhun, Agun Gunandjar, Jhoni Plate, Nur Haryati, Bara Hasibuan, termasuk Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

IPU merupakan organisasi parlemen nasional di seluruh dunia yang bertujuan untuk mewujudkan demokrasi global melalui dialog politik dan aksi nyata. IPU Assembly merupakan badan utama IPU yang menjadi wadah para anggota parlemen untuk menyampaikan pandangan terkait isu-isu politik, masalah-masalah internasional dan membuat rekomendasi tindak lanjut.
(poe)
Berita Terkait
Nasib Pekerja Migran,...
Nasib Pekerja Migran, DPR: Pemerintah Diminta Lebih Perhatikan
Serikat Pekerja Migran...
Serikat Pekerja Migran Minta Pemerintah Moratorium Pengiriman TKI ke Malaysia
RI Stop Kirim Pekerja...
RI Stop Kirim Pekerja Migran, Kebutuhan Malaysia Capai 1,2 Juta Tenaga Kerja
Dasco Klaim Demo Buruh...
Dasco Klaim Demo Buruh untuk Dukung Kesepakatan DPR-Serikat Pekerja
Komisi I DPR Minta Kemenlu...
Komisi I DPR Minta Kemenlu Investigasi Dugaan WNI yang Tewas di Kapal China
Rapat RUU Cipta Kerja...
Rapat RUU Cipta Kerja Bareng Serikat Buruh di Hotel, Ini Penjelasan DPR
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved