Jika Poros Ketiga Terbentuk, Zulhas Berpeluang Dampingi AHY

Minggu, 25 Maret 2018 - 16:59 WIB
Jika Poros Ketiga Terbentuk,...
Jika Poros Ketiga Terbentuk, Zulhas Berpeluang Dampingi AHY
A A A
JAKARTA - Wacana poros ketiga sebagai alternatif penyeimbang kubu koalisi Joko Widodo (Jokowi) dan kemungkinan kubu koalisi Prabowo Subianto pada pemilihan Presiden 2019 sempat digagas tiga partai yakni Demokrat, PAN dan PKB. Namun pembentukan poros tersebut belum menemui kejelasan.

Mengenai poros ketiga ini, lembaga survei Political Communication Institute (Polcomm Institute) ikut menyoroti peluang poros ini berdasarkan penilaian masyarakat. Lantas bagaimana peluang poros ketiga di pilpres 2019 termasuk figur yang pas mengisi poros ketiga tersebut.

Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto mengatakan, ketika ditanya kepada responden tentang berapa pasang sebaiknya pertarungan pasangan capres-cawapres, sebanyak 41,15 persen menjawab sebaiknya dua paslon. Sementara itu 37,47% menjawab sebaiknya tiga paslon, dan 13,50% menjawab tidak tahu.

"Sementara itu, satu pasang melawan kotak kosong sebanyak 7,78 persen," ungkap Heri dalam rilis survei, di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

(Baca juga: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Masih Unggul Jauh Dibanding Figur Lain )

Kemudian, lanjut Heri, survei Polcomm juga bertanya apakah poros ketiga akan terbentuk 30,45% menjawab akan terbentuk, sementara 20,19 % tidak yakin terbentuk dan mayoritas responden menyatakan tidak tahu sebesar 49,36%.

Hasilnya, jika poros ketiga terbentuk, responden memilih putra presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai pantas untuk diusung sebagai capres, posisi kedua Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas, kemudian mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebesar 12,33%, mantan Ketua MK, Mahfud MD sebesar 10,25% dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sebesar 9,42%.

"Sementara itu, calon wakil presiden (poros ketiga) responden menilai Zulkifli hasan pantas diusung dengan 21,25%, AHY 19,25%, Gatot Nurmantyo sebesar 17,17%, Muhaimin Iskandar 9,75%, Yusril Ihza Mahendra sebesar 8,33%," pungkasnya.

(Baca juga: Publik Inginkan Cawapres Jokowi dari Kalangan Militer )

Survey Polcomm menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden di 34 Provinsi. Survey dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka dalam kurun waktu 18 hingga 21 Maret 2018. Tingkat kepercayaan survey sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar 2,83 persen.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved