Kemkominfo Beberkan Tiga Langkah Tangkal Hoaks

Kamis, 22 Maret 2018 - 15:19 WIB
Kemkominfo Beberkan...
Kemkominfo Beberkan Tiga Langkah Tangkal Hoaks
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rosarita Niken Widiastuti menyatakan berita bohong atau hoaks paling banyak didistribusikan melalui internet.Hal itu terjadi sebagai konsekuensi logis atas perkembangan teknologi informasi.

Karenanya, Niken mengajak masyarakat untuk bersama-sama turun tangan memerangi hoaks. Bagaimana caranya? Dalam diskusi Weekly Forum bertema Mengenal dan Menghadapi Hoax di Era Digital yang dilaksanakan di Auditorium Gedung SINDO, Niken memberikan beberapa resep untuk menangkal hoaks.

Pertama, klarifikasi. Bila hendak membagikan informasi, Niken mengimbau masyarakat untuk memastikan darimana sumber informasi serta menimbang asas manfaat dari informasi tersebut.

"Ada tahapan-tahapan kita mendapat informasi. Klarifikasi informasi tersebut, datanya benar atau tidak. Bila benar, pertimbangkan bermanfaat atau tidak," ujar Niken, Kamis (22/3/2018).

Langkah kedua, responsibility atau tanggung jawab. Niken mengatakan, setiap penyebar informasi harus bertanggung jawab atas informasi yang dibuat dan kemudian disebar.

Ketiga, cek ulang. Niken menuturkan, langkah terakhir yang hendaknya dilakukan sebelum menyebar informasi adalah mengecek ulang data-data yang termuat dalam informasi tersebut. "Tiga langkah ini sudah menjadi panduan baku di dunia internasional," kata Niken.

Niken lantas mengajak masyarakat untuk melaporkan informasi atau konten meragukan dengan ciri-ciri menyerang seseorang atau menimbulkan emosi, menghasut, memprovokasi, kepada aduan konten di laman Kemkominfo.

"Nanti laporan tersebut akan diperiksa apakah hoaks atau bukan. Jadi kita harus cek ricek dan memastikan kebenaran data sebelum dibagikan," ucap Niken.
(kri)
Berita Terkait
Media Center Daerah...
Media Center Daerah Jadi Garda Terdepan Penyebaran Informasi Positif
Hoax dan Ujaran Kebencian...
Hoax dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Jadi Ancaman Demokrasi
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Peluang Media Mainstream...
Peluang Media Mainstream dari Boikot Iklan di Media Sosial
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Berita Terkini
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
Refly Harun Optimistis...
Refly Harun Optimistis Hakim Kabulkan Praperadilan Roy Suryo Jilid II
Tok! SK PPP Jabar Sah...
Tok! SK PPP Jabar Sah meski Penggugat Hadirkan Taj Yasin sebagai Saksi Kunci
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved