Gerindra Tak Masalah Mahfud MD Duet dengan Jokowi di 2019

Kamis, 15 Maret 2018 - 20:22 WIB
Gerindra Tak Masalah...
Gerindra Tak Masalah Mahfud MD Duet dengan Jokowi di 2019
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra tak mempersoalkan jika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019. Mahfud MD dinilai sebagai tokoh yang profesional.

Pada Pemilihan Presiden 2014, Mahfud MD merupakan Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Koalisi Merah Putih. Kini, Mahfud MD digadang-gadang jadi calon pasangan Jokowi untuk pilpres mendatang.

"Pertama setiap orang, pribadi orang, bahkan partai politik punya kebebasan untuk berpikir dan mengambil keputusan politik masing-masing," jelas Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).

Menurut Muzani, Mahfud MD merupakan seseorang yang sangat berkompeten di dunia keilmuan, khususnya terkait dengan hukum tata negara. Meskipun kerap bersinggungan dengan dunia politik, Mahfud selalu bisa bersikap profesional.

"Saya kira intelektualitas beliau tinggi, idealisme masih terbangun, kemudian Pak Mahfud dalam membangun kekuatan-kekuatan baru," tuturnya.

Meski nanti membelot ke kubu Jokowi, Muzani mengatakan, Partai Gerindra dan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum tetap menjaga hubungan baik dengan Mahfud MD.

Bahkan, Gerindra pernah melirik anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu untuk maju menjadi calon gubernur Jawa Timur.

"Hubungan Pak Mahfud dengan Prabowo juga baik. Kalau kemudian karena sesuatu, Pak Mahfud (cawapres) saya kira wajar saja," tuturnya.

Sebelumnya, Mahfud MD tak menolak bila diajukan menjadi cawapres Jokowi, tetapi ia juga tak ingin terlalu aktif menanggapinya. Bagi Mahfud, banyaknya calon presiden dan wakil presiden menunjukkan demokrasi di Indonesia sudah berjalan demgan baik.

"Yang penting bagi saya silakan kan banyak calonnya bukan hanya satu atau dua, silakan diolah sebaik mungkin," ucapnya.

Mahfud mengatakan akan memilih pasif, namun tetap menyerahkan keputusan itu kepada partai politik (parpol) soal pencalonannya itu.

"Saya katakan tidak ingin. Tidak inginnya itu tidak aktif, tetapi saya juga bukan tidak mau, karena kalau tak mau itu diartikan sombong. Pada akhirnya kita serahkan ke mekanisme dan itu ada di tangan capres dan partai-partai nanti," kata Mahfud.
(maf)
Berita Terkait
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk Erat Otto Hasibuan, Kenang Perjuangan Bersama di Pilpres 2019
Alasan Gerindra Pecat...
Alasan Gerindra Pecat M Taufik karena Prabowo Kalah di Jakarta saat Pilpres 2019
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
7 Provinsi Penyumbang...
7 Provinsi Penyumbang Terbesar Suara Partai Gerindra di Pemilu 2019
Gerindra : Tak Ada Hambatan...
Gerindra : Tak Ada Hambatan Koalisi dengan PDIP di Pilpres 2024
Berita Terkini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved