Rampak Sarinah Akan Perjuangkan Hari Kebaya Nasional

Senin, 12 Maret 2018 - 19:58 WIB
Rampak Sarinah Akan...
Rampak Sarinah Akan Perjuangkan Hari Kebaya Nasional
A A A
DEPOK - Penggagas rampak Sarinah Eva Kusuma Sundari akan memperjuangkan Hari Kebaya Nasional dan mengusulkan kebaya sebagai national heritage kepada Unesco. Hal ini diungkapkan Eva dalam acara pendidikan kader khusus perempuan nasional (PKKPN 1).

Eva mengatakan, para peserta akan melakukan joget bersama Maumere dan Jaran Goyang seusai penandatanganan janji perjuangan mengerakkan perempuan nasionalis untuk mewujudkan keadilan sosial di saat penutupan PKKPN 1 pada Senin (12/3/2018) di Depok. Hal ini, lanjut Eva, sesuai pesan Ketum Megawati bahwa militansi perjuangan ideologis yang panjang akan mudah kita jalani bila kita ikhlas dan gembira.

Kegiatan joget akan diikuti sebanyak 150 Sarinah peserta kaderisasi dan seluruh panitia termasuk Ketua Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Rahayu. Eva menuturkan, semua akan menggunakan kebaya putih dan berkain Nusantara serta kerudung Ibu Fatmawati berwarna merah bagi yang muslim.

Rampak Sarinah memilih kebaya sebagai wujud atas amanah Trisakti ketiga yaitu berkepribadian dalam kebudayaan. Hasil riset menunjukkan bahwa sudah sejak dahulu kebaya adalah pakaian ibu-ibu berbagai suku di Nusantara. Gerakan Rampak Sarinah mendukung gagasan dan bekerja sama dengan komunitas perempuan lain untuk mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan Hari Ibu tanggal 22 Desember sekaligus sebagai Hari Berkebaya Nasional.

Penetapan Hari Berkebaya Nasional ini akan menjadi salah satu alasan untuk mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya Nusantara Indonesia kepada Unesco. Usulan tersebut akan disampaikan oleh Sri Rahayu pada pidato penutupan PKKPN.

Rampak Sarinah mengajak semua perempuan untuk membangun gerakan perempuan berdasar ideologi negara yaitu Pancasila sekaligus menjalankan tugas peradaban sebagai pendidik pertama dan pembentuk karakter nasionalis kepada anak-anak dan keluarga. Sebagaimana pesan Soekarno, perempuan harus mengatasi ketertinggalan mereka untuk menjadi sama kuat dengan laki-laki agar menjadi dua sayap Garuda untuk terbang tinggi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(whb)
Berita Terkait
Fokus Masalah Perempuan...
Fokus Masalah Perempuan dan Anak, Jessica Diapresiasi Banyak Tokoh Dunia
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Siapa Maryam Nawaz?...
Siapa Maryam Nawaz? Politikus Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Utama Punjab di Pakistan
KPPG Sebut Peran Penting...
KPPG Sebut Peran Penting Perempuan dalam Politik Nasional
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Politik PKB Memuliakan...
Politik PKB Memuliakan Perempuan
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved