Unhan Gandeng IPS Bulgaria Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Kamis, 22 Februari 2018 - 21:26 WIB
Unhan Gandeng IPS Bulgaria...
Unhan Gandeng IPS Bulgaria Kembangkan Energi Baru Terbarukan
A A A
JAKARTA - Sesuai dengan program pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia, Universitas Pertahanan (Unhan) menjalin kerja sama dengan International Power Supply (IPS) dari Bulgaria.

Hal itu diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU) antara Rektor Unhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, bersama CEO IPS Bapak Alexander Rangelov, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi international bertajuk “Sustainable Off-Grid Electrification and Renewable Energy Opportunities in Indonesia” menghadirkan 13 pembicara baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang terbagi ke dalam satu kali plenary session dan dua kali panel discussion.

Acara dibuka oleh Prof. Purnomo Yusgiantoro, selaku founder Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) sekaligus penyelenggara kerja sama tersebut. Sedangkan Menteri ESDM Ignasius Djonan yang bertindak sebagai keynote speaker menyampaikan kebijakan pemerintah dan program-program untuk mencapai penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 % pada 2025.

"Kepentingan mendesak dalam waktu dekat adalah memenuhi kebutuhan listrik 11 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 2.000 desa," ujar Jonan.

Konferensi internasional ini dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Macedonia dan Albania, bersama Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia beserta beberapa pejabat Kemhan, Kemen ESDM, KKIP, para pakar energi, para akademisi, LSM, serta dosen dan mahasiswa Unhan.

Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani MoU antara IPS dan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta IPS dengan PT. LEN untuk lebih mengembangkan teknologi EBT terbaru, utamanya teknologi energi tenaga surya.

Menurut Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Unhan Laksda TNI Amarulla Octavian, kerja sama ini sangat penting untuk mengembangkan EBT yang bersifat off-grid guna memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah perbatasan dalam konteks pemberdayaan wilayah pertahanan.

"Menggunakan hasil-hasil penelitian selama ini, Prodi Keamanan Energi Unhan berupaya keras untuk mencari alternatif baru teknologi panel surya dan battery yang berkapasitas tinggi dengan harga yang murah," ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
Jatuh Bangun Hubungan...
Jatuh Bangun Hubungan Pertahanan dan Keamanan Indonesia-China
Unhan Peduli Corona,...
Unhan Peduli Corona, Laksda TNI Octavian Serahkan APD ke RSUD Cibinong
Bantu Warga Terdampak...
Bantu Warga Terdampak Covid-19, Rektor Unhan Bagikan Makanan Siap Saji
Jeanne Francoise, Pembawa...
Jeanne Francoise, Pembawa Konsep Defense Heritage
Pendaftaran Unhan Jalur...
Pendaftaran Unhan Jalur Beasiswa 2026 Dibuka Besok, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Prabowo Bangga Buka...
Prabowo Bangga Buka Empat Fakultas Baru di Unhan
Berita Terkini
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved