Marak Aksi Terorisme, Indonesia Dinilai Butuh Jihad Kebangsaan

Rabu, 21 Februari 2018 - 02:47 WIB
Marak Aksi Terorisme,...
Marak Aksi Terorisme, Indonesia Dinilai Butuh Jihad Kebangsaan
A A A
JAKARTA - Maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan jihad masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan masyarakat dan negara. Pasalnya, adanya pembiasan pemaknaan jihad yang melukai nilai-nilai kemanusiaan dan berlawanan dengan teks-teks ajaran Islam. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Lembaga Kajian Keislaman Darul Fattah Ustaz Alec Solechan dalam acara Halaqoh Nasional dengan tema "Reaktualisasi Jihad Untuk Kebangsaan".

"Saat ini ada yang mempertanyakan perlunya penggantian Pancasila, ingin mendirikan khilafah di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai lahan jihad atau berperang. Padahal NKRI adalah sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Untuk itu, perlunya reaktualisasi jihad dalam makna yang luas untuk kesejahteraan masyarakat dan bangsa," ujarnya seusai acara di Bekasi, Selasa 20 Februari 2018.

Dia berharap, adanya pelurusan pemahaman jihad yang tidak hanya bermakna perang. Selain itu, dari acara Halaqoh yang diikuti perwakilan dari Ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, LSM, Ormas dan lainnya mampu menyebarkan nilai pada keluarga dan masyarakat. Di antaranya dengan melawan ketimpangan, kekurangan dalam masyarakat. Sehingga, tidak terjebak dalam pemahaman jihad secara sempit.

"Kita berharap kepada para peserta mampu menyebarkan Islam yang damai dan Rahmatan Lil 'Alamin. Menetralisir provokasi, tempat kajian, medsos, yang mengancam bagi kehidupan kebangsaan. Sehingga, Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju," harapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Masykuri Abdillah menuturkan, jihad memiliki makna yang luas. Menurutnya, banyak lahan jihad di Indonesia karena masih ada kemiskinan sekitar 10%. Belum lagi, lanjutnya, kebodohan, ketertinggalan, sosial, kesehatan, pendidikan dan lainnya. "Melawan terorisme sendiri adalah termasuk jihad. Bahkan, menjaga keutuhan kehidupan, kebutuhan sandang, pangan, papan juga adalah termasuk jihad," katanya.

Hal serupa diutarakan Peneliti Kajian Keislaman Darul Fattah, Imdadun Rahmat. Menurutnya, jihad itu luas. "Padahal, jihad itu luas sekali. Seperti, dalam pengadaan obat yang murah, kesehatan yang baik dan terjangkau juga bagian jihad. Yang lebih penting lagi, menjaga keutuhan agar tidak terjadi perpecahan pada masyarakat yang berbeda ras, suku, agama, dalam bingkai NKRI. Jihad kebangsaan diperlukan saat ini," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga menghadirkan narasumber Dr Fathuri yang menyoroti resolusi jihad NU. Menurutnya, saat itu dimaknai bukan untuk Islam. Namun, resolusi jihad itu untuk mengumandangkan membela tanah air dari serangan penjajah. "Konteks saat ini adalah menghadapi permasalahan kompleks dan menjaga keutuhan NKRI. Semoga menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," terangnya.
(mhd)
Berita Terkait
Jejak Buddha Nusantara,...
Jejak Buddha Nusantara, Komitmen MNSBDI untuk Kerukunan dan Budaya
Kemenag Siapkan Regulasi...
Kemenag Siapkan Regulasi Khusus Rumah Doa untuk Perkuat Kerukunan
PKUB Kemenag Inisiasi...
PKUB Kemenag Inisiasi Festival Kerukunan di Desa, Warga: Luar Biasa
Ratusan Orang Muda Lintas...
Ratusan Orang Muda Lintas Agama dan Kepercayaan Rawat Toleransi
Menjaga Kerukunan Umat...
Menjaga Kerukunan Umat Beragama: Menuju Indonesia Emas Tahun 2024
Revitalisasi Paradigma...
Revitalisasi Paradigma Trilogi Kerukunan untuk Kebutuhan Umat Saat ini
Berita Terkini
Gempa M7,1 Guncang Jepang,...
Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
PWI Cabut Laporan Polisi...
PWI Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved