Parpol Baru Berpeluang Bersinar di Pemilu 2019, Ini Syaratnya
Senin, 19 Februari 2018 - 16:41 WIB
Parpol Baru Berpeluang Bersinar di Pemilu 2019, Ini Syaratnya
A
A
A
JAKARTA - Empat partai politik (parpol) baru peserta pemilu 2019 seperti, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Garuda, punya peluang besar untuk menjadi partai kuat.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, peluang itu bisa dibuka dengan mengoptimalkan 75% pemilih Indonesia yang tidak memiliki identitas partai dalam pemilu.
"Party ID atau identitas partai hanya 25 persen. Itu artinya ada sekitar 75 persen yang bisa dikapitalisasi, yang bisa digarap partai baru untuk menjadi bagian kekuatan politik di 2019," kata Adi kepada SINDOnews, Senin (19/2/2018).
Ada sejumlah prasyarat yang harus dilakukan parpol baru untuk memenangkan hati 75% pemilih. Salah satunya dengan mengajukan program serta visi-misi yang dekat dengan kebutuhan pemilih.
Menurut Adi, parpol baru juga dituntut untuk memgembangkan strategi baru dalam mencuri hati para pemilih daripada strategi usang yang ditampilkan parpol lama.
"Tentu dengan menampilkan performa, kinerja, serta komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Masyarakat tentu bisa diedukasi, bahwa politik itu tidak melulu kekuasaan tapi bagaiamana menyentuh hati dan perasaan. Terutama mengangkat kebutuhan riil masyarakat," ungkap Adi.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, peluang itu bisa dibuka dengan mengoptimalkan 75% pemilih Indonesia yang tidak memiliki identitas partai dalam pemilu.
"Party ID atau identitas partai hanya 25 persen. Itu artinya ada sekitar 75 persen yang bisa dikapitalisasi, yang bisa digarap partai baru untuk menjadi bagian kekuatan politik di 2019," kata Adi kepada SINDOnews, Senin (19/2/2018).
Ada sejumlah prasyarat yang harus dilakukan parpol baru untuk memenangkan hati 75% pemilih. Salah satunya dengan mengajukan program serta visi-misi yang dekat dengan kebutuhan pemilih.
Menurut Adi, parpol baru juga dituntut untuk memgembangkan strategi baru dalam mencuri hati para pemilih daripada strategi usang yang ditampilkan parpol lama.
"Tentu dengan menampilkan performa, kinerja, serta komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Masyarakat tentu bisa diedukasi, bahwa politik itu tidak melulu kekuasaan tapi bagaiamana menyentuh hati dan perasaan. Terutama mengangkat kebutuhan riil masyarakat," ungkap Adi.
(maf)