Tak Maju Lagi, JK Dorong Tokoh Muda Dampingi Jokowi

Rabu, 14 Februari 2018 - 14:20 WIB
Tak Maju Lagi, JK Dorong...
Tak Maju Lagi, JK Dorong Tokoh Muda Dampingi Jokowi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempersilakan tokoh muda untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Politikus Partai Golkar ini memastikan tidak akan turun gelanggang dalam Pilpres 2019.

Penegasan ini disampaikan JK setelah terdengar kabar jika Presiden Jokowi ingin kembali berpasangan dengan tokoh asal Makassar tersebut dalam Pilpres 2019. JK pun membantah jika ada kabar bahwa dirinya berniat mencalonkan kembali dalam Pilpres 2019. "Namanya kabar, tanya sama yang memberi kabar. Saya sudah katakan, saya ini mempertimbangkan dari segi umur, yang muda-muda saja," ujar di Kantor Wapres, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

JK pun mengatakan meski tidak mencalonkan, dia tetap akan mendukung Jokowi karena masih muda. Terkait cara mendukungnya, JK enggan menyebutkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih pasangan cawapres yang tepat. "Saya kira semua tokoh beda-beda pengalaman dan caranya. Tapi tentu (perlu) bagaimana seorang tokoh yang bisa membantu keterpilihan. Selain itu, juga membantu dalam hal pekerjaan," paparnya.

Berdasarkan jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia-Deny JA (LSI-Deny JA) Januari lalu, bursa wakil presiden bakal lebih seru dibandingkan bursa calon presiden. Kondisi ini tidak terlepas masih dominannya figur Jokowi dan Prabowo Subianto sebagai calon presiden terkuat. Terkait bursa wapres, LSI-Deny JA menjaring beberapa nama berdasarkan latar belakang profesi yang disodorkan kepada responden. Di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, Muhaimin Iskandar dan TGB M Zainul Majdi.

Anggota Dewan Syura DPP PKB Maman Imanulhaq mengatakan, di internal partai telah bulat mendukung pencalonan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2019. Menurutnya, Muhaimin secara objektif memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk duduk sebagai calon wakil presiden Indonesia. Pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut telah berpengalaman di lembaga legislatif ataupun eksekutif. Cak Imin pernah menduduki jabatan sebagai wakil ketua DPR ataupun sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi 2009-2014.

"Kami akan terus memperjuangkan Cak Imin menjadi calon wakil presiden. Dari prestasi, Cak Imin pernah menjadi wakil ketua DPR selama dua periode, kemudian pernah menjadi menteri tenaga kerja dan transmigrasi periode 2009-2014," ujarnya saat dihubungi KORAN SINDO tadi malam.

Maman menuturkan, dari segi kemampuan manajerial, Cak Imin merupakan figur muda yang mampu membawa PKB bangkit dari keterpurukan setelah mengalami konflik panjang. Cak Imin mampu mengonsolidasikan kekuatan internal PKB yang sempat tercerai-berai dan perlahan mengembalikan hubungan baik dengan elemen-elemen NU struktural ataupun kultural.

"Saat ini Cak Imin juga terus mengembangkan hubungan baik dengan berbagai elemen lain di luar NU untuk menunjukkan cara berpolitik NU yang mengedepankan jalan tengah dalam mencari solusi problem-problem bangsa," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan mengatakan PD telah memutuskan bakal mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019. Putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dipandang mempunyai kapabilitas mumpuni sebagai calon presiden atau pun calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. "Sudah menjadi keputusan Partai Demokrat untuk calonkan AHY sebagai calon presiden atau wakil presiden. Saat ini AHY sedang intens lakukan komunikasi dengan rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan belum terbesit untuk mencalonkan diri menjadi cawapres. Menurutnya, hal terpenting saat ini meningkatkan elektabilitas parpol. "Kita kerja dulu. Kemudian yang kedua, kita akan terus bekerja untuk rakyat kita akan meningkatkan elektabilitas Partai Golkar," ucapnya.
(amm)
Berita Terkait
Jokowi Dikritik, PPP...
Jokowi Dikritik, PPP Singgung JK Jabat Wapres Sekaligus Dewan Penasihat TKN di Pilpres 2019
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
JK Dukung Cawe-cawe...
JK Dukung Cawe-cawe Jokowi Jelang Pilpres 2024
Wapres Asal Luar Pulau...
Wapres Asal Luar Pulau Jawa: Bung Hatta hingga Jusuf Kalla
JK Dukung Cawe-Cawe...
JK Dukung Cawe-Cawe Jokowi Jelang Pilpres 2024
Jawaban JK Saat ditanya...
Jawaban JK Saat ditanya Lebih Enak Jadi Wapres SBY atau Jokowi
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved