Akuntabilitas Kinerja Pemda Wilayah III Meningkat 8,59 Poin

Selasa, 13 Februari 2018 - 14:40 WIB
Akuntabilitas Kinerja...
Akuntabilitas Kinerja Pemda Wilayah III Meningkat 8,59 Poin
A A A
YOGYAKARTA - Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Wilayah III pada tahun 2017 menunjukkan peningkatan. Rata-rata nilai evaluasi pada kabupaten/kota menjadi sebesar 47,57 meningkat 8,59 poin dari sebelumnya 2016 yaitu sebesar 45,91.

Sebanyak 34 pemda mendapat predikat A, BB dan B. Namun demikian masih ada 131 kabupaten/kota yang masuk dalam katagori CC, C, D, dan 21 kabupaten/kota belum menyampaikan laporan kinerjanya.

Wilayah III meliputi pemprov dan kabupaten/kota di Sulawesi, DIY, Jawa Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Pemprov DIY masih merupakan satu-satunya pemda yang meraih predikat A.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah dan 7 kabupaten/kota meraih predikat BB. Sementara 25 kabupaten/kota meraih predikat B. Namun masih ada daerah yang mendapatkan predikat di bawahnya, bahkan 21 pemerintah kabupaten/kota belum menyampaikan Laporan Kinerjanya tahun lalu.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengapresiasi pemda yang telah berupaya melakukan perbaikan bagi peningkatan efisiensi birokrasi.

“Saya mengharapkan para bupati, wali kota, dan sekretaris daerah untuk lebih fokus dan lebih serius lagi dalam memberikan perhatian guna terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan sekaligus berorientasi hasil,” ujarnya dalam acara penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja pada Pemerintah (SAKIP) Kabupaten/Kota dan Provinsi di Wilayah III di Yogyakarta, Selasa (13/2/2018).

Terkait 131 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori CC, C, dan D, Asman menekankan agar segera belajar ke pemerintah daerah lain yang sudah lebih baik. “Kita harus mengubah mindset, dari sebelumnya bermental menghabiskan anggaran menjadi mental memberi manfaat dari hasil kerja yang dilakukan,” ujarnya.

Asman juga memberikan apresiasi kepada beberapa pemerintah kabupaten/kota dan provinsi yang telah mengimplementasikan e-budgeting. E-budgeting merupakan langkah yang baik bagi suatu pemerintah dalam mencegah munculnya program/kegiatan “siluman” serta mencegah terjadinya penyimpangan.

Namun demikian, e-budgeting saat ini belum seluruhnya diintegrasikan dengan kinerja yang akan diwujudkan (outcome). Akibatnya e-budgeting belum mampu mencegah pemborosan dan belum dapat meningkatkan efektifitas serta efisiensi penggunaan anggaran.

“Saya berharap e-budgeting yang Bapak/Ibu implementasikan telah dan dapat diselaraskan dengan kinerja yang akan diwujudkan, e-performance based budgeting,” ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
Mendorong Lahirnya ASN...
Mendorong Lahirnya ASN Ber-AKHLAK
Potong Alur Birokrasi,...
Potong Alur Birokrasi, PAN-RB Kembangkan Aplikasi Pelaporan Publik
Samsat Jatim Kembali...
Samsat Jatim Kembali Raih WBK dari Kementerian PAN-RB
Inovasi Getar Dilan...
Inovasi Getar Dilan Bakal Terima Penghargaan Kementerian PAN-RB
Jenazah Tjahjo Kumolo...
Jenazah Tjahjo Kumolo Akan Disalatkan di Masjid Quba Kementerian PAN RB
Kemiskinan Terus Menurun,...
Kemiskinan Terus Menurun, Jateng Era Ganjar Jadi Percontohan Roadmap Reformasi Birokrasi Nasional
Berita Terkini
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
KPU Kaji E-Voting, Partai...
KPU Kaji E-Voting, Partai Perindo Ingatkan Kesiapan Sistem Jadi Penentu
Mensesneg Benarkan Kuntadi...
Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus: Iya, Kalau Berdasarkan Suratnya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved