Calon Pendamping Jokowi, PDI-P Bangun Komunikasi dan Tampung Masukan
Senin, 05 Februari 2018 - 14:51 WIB
Calon Pendamping Jokowi, PDI-P Bangun Komunikasi dan Tampung Masukan
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku pihaknya belum memutuskan siapa yang akan diusung sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu serentak 2019 mendatang. PDIP mengaku akan mengumumkan jika saatnya tepat.
Terkait munculnya sejumlah nama calon wakil presiden yang dirilis sejumlah lembaga survei termasuk oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hasto mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terus membangun komunikasi dan menerima masukan-masukan.
"Termasuk secara periodik bertemu dengan presiden (Jokowi) sehingga nama tersbut sesuai dengan tahapan KPU akan kami sampaikan pada Agustus nanti," ujar Hasto di Kantor The Wahid Institute, Menteng, Jakarta, Senin (5/2/2018).
Hasto mengatakan, saat ini partainya berkonsentrasi pada pilkada serentak yang akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang. Kendati begitu, PDIP tetap mengikuti setiap tahapan yang dilakukan KPU berkenaan dengan proses pemilu presiden dan wakil presiden.
"Pemimpin bukan muncul dari hasil survei tapi muncul dari rakyat, bahwa pemimpin tersebut dipercaya memegang haluan pemerintahn dan itu syarat pemimpin penting bagi PDIP dan sekali lagi antara presiden dan wakil presiden yang tidak terpisahkan," pungkasnya.
Terkait munculnya sejumlah nama calon wakil presiden yang dirilis sejumlah lembaga survei termasuk oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hasto mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terus membangun komunikasi dan menerima masukan-masukan.
"Termasuk secara periodik bertemu dengan presiden (Jokowi) sehingga nama tersbut sesuai dengan tahapan KPU akan kami sampaikan pada Agustus nanti," ujar Hasto di Kantor The Wahid Institute, Menteng, Jakarta, Senin (5/2/2018).
Hasto mengatakan, saat ini partainya berkonsentrasi pada pilkada serentak yang akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang. Kendati begitu, PDIP tetap mengikuti setiap tahapan yang dilakukan KPU berkenaan dengan proses pemilu presiden dan wakil presiden.
"Pemimpin bukan muncul dari hasil survei tapi muncul dari rakyat, bahwa pemimpin tersebut dipercaya memegang haluan pemerintahn dan itu syarat pemimpin penting bagi PDIP dan sekali lagi antara presiden dan wakil presiden yang tidak terpisahkan," pungkasnya.
(pur)