Tokoh Muda Muhammadiyah: Kasus Busung Lapar Asmat Jangan Dipolitisasi

Senin, 29 Januari 2018 - 12:37 WIB
Tokoh Muda Muhammadiyah:...
Tokoh Muda Muhammadiyah: Kasus Busung Lapar Asmat Jangan Dipolitisasi
A A A
SURABAYA - Tokoh Muda Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto mengajak semua elemen bangsa untuk bergandengan tangan menyelesaikan kasus busung lapar di Suku Asmat, Papua.

"Kejadian Busung Lapar Asmat adalah kejadian yang sangat memiluhkan bagi seluruh elemen anak bangsa. Kita yakin kejadian ini telah berlangsung bertahun tahun, tetapi baru sekarang kita ketahui, apalagi dari letak geografis, wilayah tersebut berada di daerah terpencil yang sulit di jangkau," ujar Defy saat berkunjung ke Surabaya, Senin (29/1/2018).

Menurut Defy, kejadian busung lapar tersebut bukan tanggung jawab pemerintah saja. Ini adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. "Jadi harus segera kita tuntaskan secara bersama sama," kata pemuda yang menjabat Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga (LSBO) PP Muhammadiyah ini.

Seperti diberitakan SINDONews, puluhan anak meninggal akibat kejadian luar biasa (KLB) campak disertai gizi buruk di Asmat dalam empat bulan terakhir. Belasan bayi mendapat perawatan karena badannya kurus. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerjunkan tim dari Jakarta untuk menyelesaikan kasus di Asmat, Papua.

"Permasalahan ini tidak bisa hanya kita serahkan sama pemerintahan pusat atau pemerintahan daerah saja, tetapi akan cepat selesai bila seluruh elemen bangsa, bergandengan tangan dengan pemerintah, sehingga penderitaan busung lapar yang dialami saudara kita suku Asmat segera tuntas, dan mereka dapat hidup dengan berkecukupan terutama soal makanan," tutur Defy.

Dia meminta kejadian busung lapar ini tidak dipolitisasi atau dengan kata lain dijadikan isu politik oleh elite-elite politik di negeri ini. Sebab bila politisasi itu terjadi maka akan menjadi tragedi yang buruk, bagi etika perpolitikan kebangsaan di masa depan.

"Seharusnya yang kita lakukan adalah, bagaimana musibah busung lapar Asmat ini menjadi momen bagi seluruh elemen anak bangsa untuk kembali mempererat rasa persaudaraan, yang belakangan ini mulai hilang di tengah-tengah kehidupan berbangsa," kata Defy.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved