Hasil Survei Jadi Lecutan PPP Bekerja Lebih Keras
Kamis, 25 Januari 2018 - 16:38 WIB
Hasil Survei Jadi Lecutan PPP Bekerja Lebih Keras
A
A
A
JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam temuan yang dirilis kemarin menempatkan lima partai politik (Parpol) lama dianggap belum aman lolos ambang batas Parlemen (Parlementary Threshold) yang ditetapkan 4 persen pada pemilu 2019.
Salah satunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PPP bersama Hanura, PKS, Nasdem dan PAN dianggap belum aman dan berpotensi terlempar dari Parlemen.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi menilai, kecenderungan hasil survei terkadang tak sama dengan perolehan suara yang diraih PPP.
"Dari dulu survei selalu jauh di bawah perolehan kita," kata Arwani saat dihubungi SINDOnews, Kamis (25/1/2018).
Kendati begitu, Arwani mengaku berterima kasih atas hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Menurutnya, temuan survei akan menjadi bahan masukan bagi intenal PPP dalam menyongsong pemilu 2019.
"Kita jadikan (hasil survei) lecutan untuk kerja lebih keras," pungkasnya.
Salah satunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PPP bersama Hanura, PKS, Nasdem dan PAN dianggap belum aman dan berpotensi terlempar dari Parlemen.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi menilai, kecenderungan hasil survei terkadang tak sama dengan perolehan suara yang diraih PPP.
"Dari dulu survei selalu jauh di bawah perolehan kita," kata Arwani saat dihubungi SINDOnews, Kamis (25/1/2018).
Kendati begitu, Arwani mengaku berterima kasih atas hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Menurutnya, temuan survei akan menjadi bahan masukan bagi intenal PPP dalam menyongsong pemilu 2019.
"Kita jadikan (hasil survei) lecutan untuk kerja lebih keras," pungkasnya.
(maf)