Tahun Politik, Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Informasi

Sabtu, 20 Januari 2018 - 05:35 WIB
Tahun Politik, Masyarakat...
Tahun Politik, Masyarakat Diimbau Lebih Selektif Pilih Informasi
A A A
JAKARTA - Masyarakat diingatkan untuk lebih selektif, pintar, dan cerdas dalam memilih informasi, baik di media sosial maupun di media online agar tidak mudah terprovokasi yang bisa mengakibatkan perpecahan di tengah masyarakat.

Hal itu perlu dilakukan seiring maraknya informasi bohong atau hoax di dunia maya, apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Berkaca pada pilkada dan pemilihan presiden sebelumnya, hoax dan aksi saling bully ramai di media sosial (medsos) yang mengakibatkan perpecahan di masyarakat.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, masyarakat harus selalu melakukan cek dan cek ulang berita-berita yang beredar.

Adapun caranya, kata dia, membandingkan informasi dari media satu dengan media lain yang mengangkat topik sama dengan sudut pandang berbeda.

“Memang diperlukan kecerdasan dari masyarakat untuk dapat mencerna kebenaran isi berita, seperti masuk akal atau tidak, ada bukti konkret atau tidak,” ujar Zuhro kepada wartawan di Jakarta, Jumat 19 Januari 2018.

Menurut dia, selama ini medsos cenderung kurang mencerahkan, walaupun dalam pengamatannya pada tahun 2013, hoax tidak muncul secara masif seperti saat ini.

Dia mengamati selama ini orang dalam berdiskusi, mengemukakan pendapat, opini, komentar ataupun argumen-argumen itu tidak hanya sangat ringan, tetapi lebih mengarah kepada menghujat dengan bahasa-bahasa yang sangat tidak senonoh, kasar, jauh dari nilai keberadaban bangsa Indonesia.

“Itu sudah mulai sejak 2013-2014, saya concern sekali mengamati masalah ini. Kenapa kok jauh dari nilai-nilai keberadaban bangsa kita, karena kita ini kan memiliki nilai-nilai dan budaya-budaya mulia," tutur Zuhro.

Dia telah mengamati medsos di Jepang dan Korea Utara. Bila dibandingkan dengan kedua negara itu, kata dia,
penggunaan medsos di Indonesia cenderung tidak menunjukkan harkat dan martabat bangsa.

Kondisi tersebut dikatakannya tidak sesuai dengan sila kedua Pancasila, yakni kemanusian yang adil dan beradab. “Dimensi sila kedua sudah tidak lekat dengan kita. Jadi nilai-nilai yang ada di sila kedua ini sudah sama sekali tidak melekat lagi di masyarakat. Karena ini terwujud dari tutur kata dan perilaku. Tutur kata ini kan ungkapan dari kepribadian mengenai apa yang ada di sanubari,” tuturnya.

Menurut dia, pemerintah perlu berupaya mengatasi maraknya informasi hoax agar persatuan tetap terjaga dalam menghadapi tahun politik.

Caranya, kata dia, melakukan upaya untuk mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan kewarganegaraan. "Bagaimana menimbulkan ownership," tandasnya.
(dam)
Berita Terkait
Waspadai Hoaks Jelang...
Waspadai Hoaks Jelang Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020
Jelang Kampanye Pilkada,...
Jelang Kampanye Pilkada, Elsam Dorong Aturan Jelas Iklan Politik di Medsos
Pegiat Medsos Sebut...
Pegiat Medsos Sebut Hoaks Jelang Pilkada Semakin Gencar, Masyarakat Wajib Cek Informasi
Bawaslu Bentuk Gugus...
Bawaslu Bentuk Gugus Tugas Pemantauan Kampanye Pilkada di Media Massa
Atur Jumlah Media Sosial...
Atur Jumlah Media Sosial Peserta Pilkada 2024, KPU: Maksimal 20 Akun
TikTok Jadi Media Paling...
TikTok Jadi Media Paling Banyak Sebar Hoaks Pilkada 2024
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved