Pilkada, Suguhkan Program Partai Melalui Politik Media Sosial Dinilai Tepat
Senin, 08 Januari 2018 - 09:48 WIB
Pilkada, Suguhkan Program Partai Melalui Politik Media Sosial Dinilai Tepat
A
A
A
JAKARTA - Langkah DPP Partai Golkar menyuguhkan informasi atau pesan Pilkada serentak melalui politik media sosial dinilai tepat. Terlebih pesan itu berkaitan dengan 'Tiga Program Rakyat' yang disampaikan langsung Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menilai, langkah Airlangga tersebut dinilai tepat. Meski tiga program rakyat ditekankan kepada calon kepala daerah yang diusung Golkar, namun hal tersebut bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui media sosial.
Menurutnya, ada perubahan dalam pilkada serentak pilkada 2018 yang segera berlangsung. Ibarat sofware dan aplikasi komputer, sudah terjadi pergeseran dari pilkada dan pemilu 1.0 menuju pilkada dan pemilu 2.0.
"Pilkada dan pemilu terupgrade karena semakin intensifnya peran sosial media sebagai medium opini publik," kata Denny mengomentari Airlangga lewat video soal 3 Program Rakyat Golkar, Senin (8/1/2018).
Video ini beredar luas dan berantai di aneka grup WA. Juga video ini bisa dilihat di Youtube. Dalam video itu, 3 Program Rakyat Golkar ditampilkan dengam teknik zaman now: speed drawing. Selang seling antara pidato Airlangga dan animasi.
Sebagai pesan, dia mudah ditangkap. Menurut Airlangga, rakyat datang ke TPS tak sekedar meramaikan pesta demokrasi. Tapi rakyat datang itu inginkan hidupnya berubah.
Golkar meminta semua kadernya dari Aceh sampai Papua menyebarkan Program Nasional Golkar Tiga Program Rakyat: Sembako Terjangkau, perbanyak lapangan Kerja, Rumah Terjangkau. Pelaksaaan program ini disesuaikan dengan kondisi masing masing wilayah.
Denny menuturkan, Airlangga Hartarto cukup jeli dan maju memanfaatkan sosial media menyebarkan pesan. Ketika partai politik lain masih tidur, di bawah Airlangga, Golkar sudah bergerak selangkah lebih maju menyampaikan ke publik program nasionalnya untuk pilkada. "Kita belum tahu apa program nasional partai lain menghadapi pilkada. Tapi kita tahu program nasional Golkar," ujarnya.
"Sejak datangnya sosial media, ujar Denny, medan politik tak lagi sama. Tokoh dan partai yang jaya adalah yang memaksimalkan sosial media," tambah dia.
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menilai, langkah Airlangga tersebut dinilai tepat. Meski tiga program rakyat ditekankan kepada calon kepala daerah yang diusung Golkar, namun hal tersebut bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui media sosial.
Menurutnya, ada perubahan dalam pilkada serentak pilkada 2018 yang segera berlangsung. Ibarat sofware dan aplikasi komputer, sudah terjadi pergeseran dari pilkada dan pemilu 1.0 menuju pilkada dan pemilu 2.0.
"Pilkada dan pemilu terupgrade karena semakin intensifnya peran sosial media sebagai medium opini publik," kata Denny mengomentari Airlangga lewat video soal 3 Program Rakyat Golkar, Senin (8/1/2018).
Video ini beredar luas dan berantai di aneka grup WA. Juga video ini bisa dilihat di Youtube. Dalam video itu, 3 Program Rakyat Golkar ditampilkan dengam teknik zaman now: speed drawing. Selang seling antara pidato Airlangga dan animasi.
Sebagai pesan, dia mudah ditangkap. Menurut Airlangga, rakyat datang ke TPS tak sekedar meramaikan pesta demokrasi. Tapi rakyat datang itu inginkan hidupnya berubah.
Golkar meminta semua kadernya dari Aceh sampai Papua menyebarkan Program Nasional Golkar Tiga Program Rakyat: Sembako Terjangkau, perbanyak lapangan Kerja, Rumah Terjangkau. Pelaksaaan program ini disesuaikan dengan kondisi masing masing wilayah.
Denny menuturkan, Airlangga Hartarto cukup jeli dan maju memanfaatkan sosial media menyebarkan pesan. Ketika partai politik lain masih tidur, di bawah Airlangga, Golkar sudah bergerak selangkah lebih maju menyampaikan ke publik program nasionalnya untuk pilkada. "Kita belum tahu apa program nasional partai lain menghadapi pilkada. Tapi kita tahu program nasional Golkar," ujarnya.
"Sejak datangnya sosial media, ujar Denny, medan politik tak lagi sama. Tokoh dan partai yang jaya adalah yang memaksimalkan sosial media," tambah dia.
(pur)