Jokowi Harus Evaluasi Menteri yang Berkinerja Buruk

Jum'at, 22 Desember 2017 - 23:47 WIB
Jokowi Harus Evaluasi...
Jokowi Harus Evaluasi Menteri yang Berkinerja Buruk
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan segera mengevaluasi menteri yang berkinerja buruk di mata publik dan menjadi beban bagi kabinet kerja.

Isu kinerja menteri kembali menghangat pasca dilansirnya hasil survei nasional dari PolMark Indonesia dengan judul "Jokowi dan Masa Depan Kita".

Menteri yang paling banyak diperbincangkan adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Hasilnya adalah 33% responden menjawab Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), 6,6% menjawab Sri Mulyani (Menteri Keuangan), 5,8% Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial).

Sedangkan menteri lainnya hasilnya bernasib di dibawah 0%. Misalnya, Rini Soemarno (Menteri Badan Usaha Milik Negara) di posisi 28 (0,1%) atau Menkominfo Rudiantara di posisi 32 (0,0%).

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Peneliti senior pada Lembaga Riset Inspect, Ahmad Ma'ruf mencatat, bahwa Menteri Rini dinilai lamban dalam restrukturisasi, sehingga banyak BUMN yang bukannya berkontribusi pada penyediaan barang/jasa publik, tapi justru jadi beban anggaran karena selalu defisit.

“Menteri (Rini) Juga tida mampu evaluasi para direksi dan komisaris. Apalagi banyak komisaris yang masuk karena kedekatan politik, yang celakanya bukan pendukung Jokowi, Jadi BUMN tidak semua serius capai kinerja Jokowi Ini perlu dievaluasi,” ungkapnya, Jumat (22/12/2017).

Sementara kinerja Rudiantara dianggap bagus namun tim kerja dan sistem dinilai lamban dalam mengeksekusi tugasnya. Contohnya maraknya berita Hoax. “Banyak situs yg sebar pornografi, SARA, Bahkan hoax gagal d tangani dengan cepat,” bebernya.

Disarankannya, Jokowi melakukan evaluasi atas kinerja semua menteri terkhusus yang gagal mencapai kinerja. "Presiden sudah punya instrumen," pungkasnya.

Sementara Direktur Operasional PolMark Indonesia Maikal Febriant menjelaskan menduga menonjolnya nama Susi karena selama ini sangat aktif memasarkan aktivitas yang dia lakukan diberbagai media.

"Saat ini anak-anak kecil saja tau persis “tag line” yang dibangun oleh Ibu Susi dengan istilah “TENGGELAMKAN”. Hal yang sama berlaku dengan Ibu Sri Mulyani dan Imam Nahrowi, sehingga masyarakat menganggap kinerja mereka yang lebih baik," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved