Evita: Ini Momentum Kukuhkan Kemerdekaan Palestina

Sabtu, 09 Desember 2017 - 11:50 WIB
Evita: Ini Momentum...
Evita: Ini Momentum Kukuhkan Kemerdekaan Palestina
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Evita Nursanty, menyerukan masyarakat internasional harus memainkan diplomasi lebih keras dan tegas dengan memanfaatkan momentum tidak adanya negara yang mendukung Presiden AS Donald Trump.
Diplomasi harus dibalik justru untuk mengukuhkan kemerdekaan Palestina dengan ibu kota Jerusalem Timur.

"Saya melihat tidak ada negara yang membela atau mendukung kebijakan Presiden Donald Trump. Ini posisi yang sangat bagus untuk kita mendorong semua kekuatan baik PBB, OKI, Gerakan Non BLok dan saluran lain utk melakukan perlawanan diplomasi. Ini harus dibalik menjadi momentum kemerdekaan Palestina dengan ibukota Jerusalem Timur," kata Evita di Jakarta, hari ini.

Evita secara khusus memberikan apresiasi atas sikap keras Indonesia yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan sepihak Presiden AS Donald Trump terkait Jerusalem ini.

"Kita sangat salut dengan sikap keras Presiden Jokowi. Kita lihat nanti sikap para pemimpin OKI yang segera akan bersidang dan Presiden Jokowi akan hadir disana. Kemudian sidang darurat Dewan Keamanan PBB Jumat waktu New York yang juga atas dorongan Indonesia," sambungnya.

Menurut Evita , sikap Trump secara sepihak telah merusak perjanjian internasional dan resolusi PBB. Itu contoh buruk dari pemimpin yang katanya kampiun demokrasi.

"Kami sangat sayangkan. Apa pun terkait status Jerusalem harus melibatkan Palestina. Diluar itu akan merusak proses perdamaian. Dan itu membuat dunia membara saat ini."

Dikatakan, Indonesia sebelumnya sudah mencoba untuk menghentikan keputusan Trump itu melalui komunikasi Menlu Retno dengan Menlu AS tapi tetap mereka pada keputusannya. Kita telah berkomitmen kita ada di pihak masyarakat Palestina. "Kita tidak berhenti sampai disitu tapi terus melakukan upaya all out," tegasnya.

Ketika ditanyakan keputusan Trump sudah terlanjur diambil, Evita menyebut tidak ada yang tidak mungkin. "Betul pengakuan itu sudah terjadi tapi tidak ada yang tidak mungkin untuk ditarik atau dibatalkan kembali. Kita harus katakan kepada Trump itu keputusan paling konyol dan paling sembrono. Tadi seperti saya katakan tidak ada yang mendukung Trump.

Dia juga mengimbau negara-negara lain untuk tidak memindahkan kedubesnya ke Jerusalem. Hal itu untuk membuktikan bahwa Trump sangat keliru soal Jeruslaem. Kemudian, lanjut Evita, adalah keliru besar jika pihak Trump menyebut reaksi yang ada saat ini hanya temporary

"Kalau melihat apa yang berkembang saat ini, ini tidak temporary tapi akan berkelanjutan jika tidak ada perubahan dari Trump," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Geopolitik Timteng Berubah,...
Geopolitik Timteng Berubah, Indonesia Konsisten Dukung Palestina Merdeka
Indonesia Tingkatkan...
Indonesia Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Tahun 2020
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
KNRP Kirim Paket Bantuan...
KNRP Kirim Paket Bantuan Musim Dingin dari Masyarakat Indonesia untuk Palestina
Indonesia Tegas Kecam...
Indonesia Tegas Kecam Pernyataan Menkeu Israel Tak Akui Keberadaan Palestina
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved