Pahami Sejarah dan Falsafah Bangsa agar Tak Mudah Diadu Domba

Kamis, 07 Desember 2017 - 15:27 WIB
Pahami Sejarah dan Falsafah...
Pahami Sejarah dan Falsafah Bangsa agar Tak Mudah Diadu Domba
A A A
JAKARTA - Untuk menjadi bangsa besar dan kuat diperlukan pemahaman dan penghayatan tentang hakikat bangsa Indonesia dengan falsafah dan budaya yang dimilikinya.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar bangsa Indonesia selalu bersatu dan tidak mudah diadu domba.

Direktur Indonesia Institute for Society Empowerment Ahmad Syafii Mufid mengungkapkan, bangsa Indonesia memiliki warisan besar berupa Pancasila sebagai pandangan dan filsafat hidup bangsa Indonesia.

“Hayati dan amalkan nilai Pancasila sila demi sila. Selain itu juga harus menjiwai watak manusia Indonesia seperti kepercayaan dengan adanya Tuhan, kesadaran kekeluargaan, musyawarah mufakat, gotong royong dan tepo seliro (tenggang rasa)," katanya di Jakarta, Selasa 10 Desember 2017.

Menurut dia, nilai dasar ini telah mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa sepanjang sejarah bangsa Indonesia, demi terciptanya persatuan antarumat manusia agar tidak mudah dipecah belah.

Dia mengungkapkan Indonesia adalah negara yang dibangun oleh orang-orang yang mengerti tentang bangsanya, agama yang dianut serta kekuatan dan kelemahannya.

Untuk itu, kata dia, disepakatilah dasar negara dan filosofi negara sampai dengan simbol-simbol negara yang sesuai keyakinan agama yang dianut masyarakat Indonesia

“Dengan landasan dasar yang sangat religius, nasionalis dan juga sekaligus mempertimbangkan kearifan lokal, itu menjadi garansi buat bangsa Indonesia untuk melawan berbagai ancaman, baik itu disintegrasi, radikalisme, dan bahaya narkoba," tandasnya.

Sayang, kata Syafii, tidak semua masyarakat Indonesia mengerti sejarah bangsa maupun latar belakang pemikiran dari para pendiri bangsa Indonesia ini.

Menurut dia, hal itu yang membuat paham-paham negatif bisa masuk menyebar di tengah masyarakat kita.

“Apalagi bila ada persoalan yang menyangkut kesejahteraan dan keadilan, maka makin gampang lah masyarakat kita tersulut dan malah mau menghancurkan ‘rumah’ bangsa besar dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Ini persoalan yang selalu muncul setiap ada masalah di negeri ini,” tuturnya.

Dia berpesan agar semua yang mengerti sejarah pendirian bangsa ini untuk selalu mengingatkan kepada tokoh-tokoh, pemimpin atau pejabat-pejabat di negeri ini mengenai asal-usul bangsa ini.

“Karena kalau sampai tidak diingatkan lalu membuat masyarakat terpecah maka Indonesia ini bisa tidak ada lagi seperti halnya kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya atau kerajaan lainnya yang mana dahulu besar kemudian hilang,” ucap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta.
(dam)
Berita Terkait
Pengamat Hukum Ini Berikan...
Pengamat Hukum Ini Berikan Rumus Jitu Menjalankan Bela Negara
Gelar Munas ke-10, FKPPI...
Gelar Munas ke-10, FKPPI Siap Perkokoh Bela Negara
Cara Indonesia Re Tanamkan...
Cara Indonesia Re Tanamkan Nilai AKHLAK bagi Generasi Milenial
Surveyor Gelar Pelatihan...
Surveyor Gelar Pelatihan Bela Negara di Bogor
Kemhan Dorong Kementerian...
Kemhan Dorong Kementerian dan Lembaga Perkuat Program Bela Negara
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri,...
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri, Prabowo: Milenial Juga Wajib Bela Negara
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved