Konferensi Kependudukan Internasional Hasilkan Deklarasi Yogyakarta

Rabu, 29 November 2017 - 18:57 WIB
Konferensi Kependudukan...
Konferensi Kependudukan Internasional Hasilkan Deklarasi Yogyakarta
A A A
YOGYAKARTA - Konferensi kependudukan internasional negara-negara anggota Partner in People and Development (PPD) yang berakhir, Rabu (29/11/2017) di Yogyakarta telah berhasil melahirkan Deklarasi Yogyakarta. Poin Deklarasi Yogyakarta antara lain memperkuat kerja sama Negara Selatan Selatan dalam mengelola masalah kependudukan di negara-negara anggota PPD.

“Meskipun isunya urbanisasi dan migrasi penduduk, tetapi kami sepakat untuk lebih mendorong peningkatan pemerintah dan masyarakat dalam mengakselerasi isu kesehatan reproduksi, kekerasan terhadap perempuan, dan masalah kemiskinan. Deklarasi Yogyakarta memperkuat komitmen untuk menjamin pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja, supaya mereka paham apa itu reproduksi,” kata Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nofrijal di Yogyakarta, Rabu (29/11/2017).

Salah satu poin Deklarasi Yogyakarta yang akan direalisasikan BKKBN adalah pembentukan pusat pelatihan dan pelayanan kependudukan. Divisi ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi negara-negara anggota PPD atau bukan anggota PPD untuk belajar ke Indonesia.

“Indonesia sangat berkepentingan membuat pusat informasi, pelatihan, dan pelayanan kependudukan mengingat penduduk kita yang sangat besar. Untuk biaya pembangunannya BKKBN akan bekerjasama dengan PPD juga,” ujarnya.

Berbeda dengan negara-negara anggota PPD yang menghadapi masalah kependudukan, terutama tingginya angka kelahiran, Malaysia yang hadir sebagai peninjau pada konferensi tersebut justru memiliki program untuk mendorong peningkatan angka kelahiran. Dato’ Siti Norlasiah dari badan kependudukan Malaysia menjelaskan, pihaknya sudah lama bekerja sama dengan BKKBN dalam hal kesehatan reproduksi dan perlindungan perempuan.

“Masalah kependudukan di Malaysia berbeda dengan di Indonesia, kami punya program pemberian insentif kepada pasangan yang melahirkan untuk mendorong masyarakat meningkatkan angka kelahiran,” katanya.
(poe)
Berita Terkait
Indonesia Berhasil Meraih...
Indonesia Berhasil Meraih Penghargaan Kependudukan dari PBB
BKKBN Kembali Raih Penghargaan...
BKKBN Kembali Raih Penghargaan Tertinggi Dunia Bidang Kependudukan Setelah 33 Tahun
Indonesia Raih Penghargaan...
Indonesia Raih Penghargaan Kependudukan dari PBB
BKKBN Gandeng BIG Benahi...
BKKBN Gandeng BIG Benahi Data Kependudukan Indonesia
BKKBN Songsong Era Baru...
BKKBN Songsong Era Baru Keluarga Indonesia Maju
Kepala BKKBN: Kemiskinan...
Kepala BKKBN: Kemiskinan Jadi Salah Satu Sumber Kerusuhan
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Penangkapan Nentanyahu...
Penangkapan Nentanyahu Pulihkan Kepercayaan pada Sistem Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved